Klasemen Liga Inggris Awal Musim, Liverpool Diprediksi Juara Lagi Sementara MU Bisa 5 Besar atau Terpuruk ke 12
JAKARTA, GENVOICE.ID - Liga Inggris musim ini diprediksi bakal berjalan lebih panas dari sebelumnya. Dua superkomputer, milik Opta dan Sky Sports, menghadirkan simulasi berbeda tentang bagaimana akhir klasemen nanti. Hasilnya? Liverpool dianggap paling berpeluang mempertahankan gelar, tetapi nasib Manchester United justru penuh tanda tanya-bisa naik ke posisi lima, atau malah jatuh lagi ke papan bawah.
Opta menempatkan Liverpool di puncak klasemen. Tim asuhan Arne Slot ini baru saja belanja besar di bursa transfer dengan menghabiskan hampir £300 juta untuk mendatangkan Florian Wirtz, Hugo Ekitike, Milos Kerkez, Jeremie Frimpong, hingga kiper Giorgi Mamardashvili. Meski kehilangan Darwin Nunez dan Luis Diaz, Liverpool tetap disebut sebagai tim terkuat. Di belakang mereka, Arsenal diprediksi kembali jadi runner-up dengan selisih tipis, sementara Manchester City, Chelsea, Newcastle, dan Aston Villa mengisi posisi enam besar.
Yang mengejutkan, Opta menempatkan Manchester United di urutan ke-12, hanya sedikit lebih baik dari posisi 15 musim lalu. Spurs bahkan diprediksi lebih buruk, finish di urutan ke-14. Sebaliknya, Crystal Palace yang baru saja meraih Piala FA dan Community Shield diprediksi bisa naik ke peringkat tujuh, disusul Brighton, Bournemouth, dan Nottingham Forest.
Namun, prediksi Sky Sports memberikan cerita berbeda. Menurut simulasi mereka, United yang kini ditangani Ruben Amorim bisa bangkit dan menembus posisi lima besar, tepat di bawah Chelsea. Spurs juga diperkirakan jauh lebih kompetitif di bawah manajer barunya, Thomas Frank, dengan menempati urutan kedelapan. Liverpool tetap dipandang sebagai kandidat terkuat juara, disusul Arsenal dan Manchester City di posisi tiga besar.
Perbedaan besar antara kedua prediksi itu terletak di papan bawah. Opta menilai tim promosi seperti Burnley, Leeds, dan Sunderland akan langsung kembali degradasi. Sementara Sky Sports memberi harapan pada Leeds untuk bertahan, menggantikan Wolves di zona merah.
Mengapa hasilnya bisa berbeda jauh? Kedua superkomputer ini sama-sama menjalankan lebih dari 10 ribu simulasi dengan mempertimbangkan performa historis, peluang taruhan, hingga belanja transfer. Namun, bobot faktor yang dipakai tiap algoritma berbeda, sehingga menghasilkan klasemen yang tidak sama.
Satu hal yang konsisten: Liverpool dipandang paling siap. Dengan dana belanja fantastis dan skuad yang makin komplet, The Reds seolah dikutuk untuk tetap berada di puncak. Sementara itu, nasib Manchester United masih misterius-apakah bakal benar-benar bangkit, atau justru kembali jadi tim medioker?