Edukasi Anti Pelecehan dan Bullying di Sekolah, KKN UIN Jakarta Bikin Gebrakan Lewat Program SEKATA di Tangsel

Genvoice.id | 16 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, sekolah idealnya bukan cuma tempat buat ngejar nilai dan hafalin teori. Lebih dari itu, sekolah seharusnya jadi ruang yang bikin anak muda bebas berkembang, merasa aman, dan nggak takut sama siapa pun. Tapi kenyataannya, kasus pelecehan seksual dan bullying masih sering menghantui kehidupan pelajar.

Nah, inilah yang coba diubah lewat program keren bernama SEKATA (Sekolah Aman, Nyaman, Kita Bahagia) yang digelar Kelompok 1 KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Acara yang berlangsung di SMKN 1 Tangerang Selatan, Jumat (15/8/2025), ini bener-bener jadi wadah penting buat membuka mata siswa soal pentingnya melawan pelecehan dan perundungan di sekolah.

Johan Wahyudi, dosen pembimbing lapangan, bilang dengan tegas kalau sekolah punya peran besar dalam tumbuh kembang anak. "Saya mengharapkan acara ini bisa membawa keberkahan dan mendapatkan sesuatu yang bisa dibawa pulang, terutama pemahaman tentang menjalani sekolah dengan baik," ungkapnya.

Dari sini, materi pertama langsung ngena banget. Muhammad Fariqh Khatami mengupas tuntas soal pelecehan seksual yang sering dianggap sepele atau bahkan tabu dibahas di kalangan remaja. "Pelecehan seksual adalah salah satu bentuk kekerasan baik fisik maupun verbal," jelas Fariqh. Menurutnya, rasa penasaran remaja soal percintaan wajar, tapi justru harus diimbangi dengan pemahaman yang benar biar nggak salah langkah.

Ia juga dorong siswa berani speak up: "Jangan takut menyuarakan, jangan takut melaporkan, dan jangan takut mencegah pelecehan seksual di lingkungan sekitar."

Materi kedua makin bikin suasana hidup. Arrifqi Maulana Ibrahim membagikan pengalamannya sendiri sebagai korban bullying. Dari ceritanya, muncul pesan kuat bahwa masalah perundungan bukan cuma urusan satu orang, tapi harus jadi tanggung jawab bersama. "Untuk menciptakan lingkungan yang aman, maka jadikan bullying adalah masalah bersama," tegasnya.

Program SEKATA ini akhirnya bukan cuma sesi materi formal, tapi juga jadi momentum buat siswa sadar kalau mereka bisa jadi agen perubahan. Harapannya, setelah acara ini, sekolah nggak lagi jadi tempat penuh tekanan, melainkan ruang aman, nyaman, dan ramah buat semua.