Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Mengadu ke Wagub NTT: Pendidikan Anak Terancam, Utang Menumpuk, Ekonomi Lumpuh

Genvoice.id | 16 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma menerima curahan hati para korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki saat mengunjungi sejumlah posko pengungsian di Kabupaten Flores Timur, Rabu (16/7). Dalam dialog hangat bersama warga di Posko Bokang Wolomatang dan Posko Konga, berbagai keluhan pun disampaikan langsung, mulai dari persoalan biaya pendidikan, beban utang, hingga lumpuhnya penghasilan akibat kerusakan lahan pertanian.

Dilansir dari Antara, salah satu keluhan paling mendesak yang disampaikan para pengungsi adalah kesulitan biaya pendidikan anak-anak, terutama bagi mereka yang hendak melanjutkan kuliah atau masih aktif sebagai mahasiswa.

"Pendidikan anak-anak adalah masa depan kami. Tapi saat ini kami tidak tahu harus mulai dari mana, karena semua harta dan penghasilan kami lenyap karena bencana," ujar salah satu warga.

Menanggapi hal tersebut, Wagub Johni menyatakan akan segera melakukan pendataan jumlah anak dan mahasiswa yang membutuhkan dukungan, agar pemerintah dapat merancang bantuan yang sesuai.

"Saya apresiasi para orang tua yang tetap memikirkan pendidikan anak-anak di tengah situasi sulit ini. Pemerintah akan berupaya menjaga agar akses pendidikan tetap terbuka," ujar Johni.

Keluhan lain yang muncul adalah soal utang warga kepada bank dan koperasi. Banyak pengungsi yang sebelumnya memiliki pinjaman produktif, namun kini kesulitan membayar cicilan karena kehilangan mata pencaharian. Mereka meminta agar pemerintah dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak perbankan untuk mencari keringanan.

Menanggapi hal ini, Johni menjelaskan bahwa meskipun pemerintah tidak bisa langsung mengintervensi kebijakan bank, namun ia membuka ruang fasilitasi dialog agar warga bisa mendapatkan penjadwalan ulang atau keringanan pembayaran.

"Bank punya regulasi sendiri, tapi saya akan bantu fasilitasi komunikasi agar bisa dicari solusi yang manusiawi," ucapnya.

Dalam dialog tersebut, warga juga menyuarakan kebutuhan akan lapangan pekerjaan sebagai bagian dari pemulihan ekonomi. Banyak dari mereka kehilangan kebun dan sumber pendapatan utama akibat letusan Gunung Lewotobi.

Wagub Johni menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong program padat karya di wilayah Flores Timur untuk membantu warga kembali memiliki penghasilan.

"Ini akan saya bawa ke tingkat provinsi, dan jika perlu, saya sampaikan hingga ke pemerintah pusat. Semua masukan dan keluhan masyarakat akan ditindaklanjuti," tegasnya.

Di akhir kunjungannya, Johni juga menyempatkan diri menyapa warga satu per satu di tenda-tenda pengungsian. Ia meminta masyarakat untuk tetap sabar, tenang, dan percaya bahwa pemerintah tidak tinggal diam.

"Kami hadir bukan hanya untuk melihat, tapi juga bekerja keras untuk membantu bapak dan mama semua melewati masa sulit ini," tutupnya.