Panas! Presiden Iran Serukan Negara Muslim Bersatu Lawan Israel: Agenda Zionis Harus Dihentikan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Presiden Iran Masoud Pezeshkian serukan negara-negara Muslim bersatu hadapi rezim Zionis Israel dan hentikan agenda pemecah belah umat.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, kembali jadi sorotan usai mengeluarkan pernyataan tegas soal pentingnya solidaritas dunia Islam. Dalam pertemuan hangat bareng Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, yang sedang main ke Teheran, Pezeshkian menegaskan bahwa negara-negara Muslim harus bersatu dan melawan dominasi serta ketidakadilan dari rezim Israel.
Dalam kesempatan tersebut, yang berlangsung Senin (14/7/2025) malam waktu setempat, Pezeshkian nggak segan menyebut Israel sebagai biang kerok perpecahan di kalangan umat Islam. Dia juga menegaskan bahwa kekuatan komunitas Muslim bisa makin solid kalau semua pihak sadar pentingnya kolaborasi lintas negara.
"Rezim Zionis bertujuan untuk melemahkan dan memecah belah umat Muslim," ujar Pezeshkian dikutip dari Press TV, Selasa (15/7/2025).
Nggak berhenti sampai di situ, Pezeshkian juga menyentil pentingnya peran pemimpin negara Islam untuk lebih waspada dengan taktik licik Israel. Ia menekankan pentingnya respons bareng buat menangkal strategi jahat dari Zionis.
Pezeshkian bahkan menyampaikan rasa terima kasihnya ke pemerintah Pakistan yang selalu berdiri di sisi Iran, terutama saat perang 12 hari antara Iran dan Israel beberapa waktu lalu. Menurutnya, kerja sama dua negara itu punya potensi besar untuk terus dikembangkan.
"Potensi perluasan kerja sama antara kedua negara kita sangat signifikan, dan Republik Islam Iran sepenuhnya siap memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat hubungan dan meningkatkan efektivitas interaksi kita," tambahnya.
Sebagai latar belakang, konflik panas ini makin memanas sejak Israel menggempur Iran pada 13 Juni lalu. Serangan brutal itu menewaskan banyak tokoh penting, termasuk komandan militer dan ilmuwan nuklir. Nggak cuma itu, Amerika Serikat juga ikut terlibat dengan menghantam tiga fasilitas nuklir Iran. Iran pun langsung balas menyerang, termasuk ke pangkalan militer AS di Qatar.
Pernyataan tegas Presiden Iran Masoud Pezeshkian jadi sinyal kuat bahwa negara-negara Muslim perlu bersatu dalam menghadapi tekanan global, khususnya dari rezim Zionis Israel.
Isu solidaritas dan kerja sama antarnegara Islam bukan cuma jadi wacana, tapi harus diwujudkan demi menciptakan perdamaian, keadilan, dan kekuatan kolektif di kawasan Timur Tengah dan dunia Islam secara menyeluruh. Di tengah tensi geopolitik yang kian panas, suara bersama dunia Muslim bisa menjadi penyeimbang dominasi global.