Heboh! Rombongan Berbaju Putih Tawaf di Puncak Gunung Lawu, Netizen Curiga Ritual Mistis
JAKARTA, GENVOICE.ID - Rombongan berpakaian putih viral saat lakukan aktivitas mirip tawaf di puncak Gunung Lawu, diduga ritual bulan Suro yang masih dipercaya masyarakat.
Gunung Lawu, salah satu destinasi pendakian favorit di Jawa Tengah, kembali jadi sorotan. Bukan karena jalur ekstrem atau pemandangan memesona, tapi karena sebuah video viral yang memperlihatkan aktivitas mirip tawaf di puncaknya.
Yup, sekelompok orang berbaju serba putih terekam sedang mengelilingi area puncak Gunung Lawu seperti sedang melakukan ritual. Video itu pertama kali dibagikan oleh akun TikTok @nangdprtma dan langsung ramai dibahas netizen.
Dalam keterangannya, kegiatan itu terjadi pada Jumat, 11 Juli 2025, sekitar pukul 09.30 sampai 12.30 WIB. Terlihat jelas, rombongan terdiri dari laki-laki dan perempuan mengenakan gamis, kemeja putih, serta penutup kepala. Mereka naik lewat jalur Cemoro Sewu yang berada di wilayah Magetan, Jawa Timur.
Banyak warganet penasaran, sebenarnya mereka ngapain sih di atas gunung? Kok mirip tawaf? Apakah ini semacam ritual baru?
Menanggapi hal ini, relawan Gunung Lawu, Budi Santoso, kasih klarifikasi yang cukup menenangkan. Menurutnya, aktivitas seperti ini bukan hal aneh, apalagi kalau sudah masuk bulan Suro atau Muharam.
"Mungkin (kegiatan itu) terkait dengan bulan Suro atau Muharam. Banyak sih yang melakukan kegiatan seperti itu. Saya rasa biasa," ujar Budi.
Budi juga bilang, meski dirinya nggak tahu pasti tujuan utama rombongan tersebut, kemungkinan besar mereka sedang berdoa atau melakukan ritual penghormatan kepada leluhur. Ini memang masih jadi bagian dari kepercayaan masyarakat sekitar Gunung Lawu yang terkenal dengan aura mistis dan sejarah spiritualnya.
"Di Gunung Lawu sendiri, orang-orang masih mempercayai tentang hal-hal mistis, supranaturalnya. Nggak ada larangan karena Gunung Lawu bukan milik personal," jelasnya lagi.
Yang penting, nggak ada gangguan besar kok. Aktivitas ritual dan pendakian berlangsung berdampingan. Memang sempat bikin antrean sedikit karena jalur agak tersendat, tapi semua tetap aman dan damai.
Fenomena rombongan berbaju putih yang melakukan aktivitas mirip tawaf di puncak Gunung Lawu kembali mengingatkan kita akan kuatnya tradisi spiritual di gunung-gunung Jawa. Selama dilakukan secara damai dan tidak mengganggu pendaki lain.
Kegiatan seperti ini menjadi bagian dari kekayaan budaya dan kepercayaan lokal yang patut dihormati. Gunung Lawu memang tak hanya menyimpan keindahan alam, tapi juga sisi mistis yang masih hidup hingga kini.