ByteDance Siap Tantang Meta dan Apple dengan Mengembangkan Kacamata XR Ringan Pesaing Vision Pro dan Phoenix
JAKARTA, GENVOICE.ID - Perusahaan induk TikTok, ByteDance, tengah bersiap memasuki arena persaingan perangkat Extended Reality (XR) dengan mengembangkan kacamata XR ringan secara mandiri. Upaya ini disebut sebagai strategi terbaru ByteDance untuk menyaingi dominasi Meta dan Apple di pasar teknologi imersif.
Dikutip oleh Android Authority, ByteDance kini sedang menggarap perangkat XR berbentuk kacamata ringan yang akan terhubung ke sebuah disc komputasi portabel. Perangkat ini dikembangkan oleh Pico, divisi XR milik ByteDance, yang sebelumnya dikenal sebagai pesaing potensial di pasar headset virtual reality.
Awalnya, Pico ditugaskan untuk mengembangkan produk yang bisa menyaingi Vision Pro milik Apple. Namun, ByteDance mengubah arah setelah Meta mulai mengembangkan proyek kacamata ringan mereka dengan kode internal "Phoenix". Kini, fokus utama pengembangan beralih ke perangkat XR yang lebih ramping dan mudah dipakai, yang dideskripsikan seukuran kacamata biasa.
Perangkat milik ByteDance itu disebut-sebut akan memiliki ukuran dan bentuk yang mirip dengan headset Beyond buatan Bigscreen, yang saat ini diklaim sebagai headset VR terkecil di dunia, dengan bobot hanya 107 gram.
Dalam laporan tersebut, ByteDance juga disebut tengah mengembangkan chip khusus untuk meminimalkan latensi, memastikan respons visual yang lebih cepat dan mulus antara gerakan fisik pengguna dan tampilan di layar. Ini akan menjadi fitur krusial dalam menghadirkan pengalaman XR yang imersif dan realistis.
Meski desain final dan spesifikasi belum diselesaikan, ByteDance dilaporkan telah menggandeng sejumlah pemasok dari Tiongkok untuk mempercepat proses pengembangan perangkat ini.
Langkah ByteDance ini menambah panas persaingan di industri XR yang kini semakin padat pemain. Selain Meta dengan proyek Phoenix dan Apple dengan Vision Pro, banyak perusahaan teknologi besar juga mengarahkan investasi ke perangkat imersif yang menggabungkan realitas virtual (VR) dan realitas tertambah (AR).
Dengan TikTok sebagai salah satu platform sosial terbesar dunia, ByteDance punya peluang unik untuk menggabungkan kekuatan sosial media dan XR, sesuatu yang belum maksimal digarap oleh kompetitornya.