Kontroversi AI di Film "As Deep as the Grave", Sosok Val Kilmer ‘Dihidupkan’ Kembali
JAKARTA, GENVOICE.ID - Film drama sejarah "As Deep as the Grave" mencuri perhatian setelah merilis cuplikan perdananya di ajang CinemaCon di Las Vegas, Amerika Serikat. Trailer tersebut menampilkan versi rekonstruksi kecerdasan buatan dari mendiang aktor Val Kilmer, yang wafat pada 2025 di usia 65 tahun.
Dalam film ini, Kilmer berperan sebagai Pastor Fintan, seorang imam Katolik sekaligus figur spiritual bagi masyarakat adat Amerika. Versi digital dirinya tampil di akhir cuplikan dengan dialog yang langsung memicu perhatian publik.
Penggunaan teknologi AI untuk menghadirkan kembali sosok Kilmer pun menuai pro dan kontra. Perdebatan terutama berfokus pada aspek etika, termasuk batas penggunaan citra aktor yang telah meninggal dunia.
Sutradara sekaligus penulis film, Coerte Voorhees, menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil sembarangan. Ia menyebut tim produksi telah bekerja sama dengan keluarga Kilmer serta mengikuti pedoman dari Screen Actors Guild-American Federation of Television and Radio Artists.
Produser John Voorhees juga mengakui bahwa penggunaan teknologi ini memiliki risiko tinggi. Meski demikian, ia memastikan seluruh proses dilakukan dengan persetujuan keluarga, termasuk putri Kilmer, Mercedes, yang turut memberikan izin serta dukungan materi arsip untuk produksi.
Menariknya, penggunaan AI dalam film ini sejalan dengan pengalaman Kilmer semasa hidup. Setelah kehilangan suara akibat kanker tenggorokan dan menjalani prosedur medis, ia sempat memanfaatkan teknologi AI untuk merekonstruksi suaranya, termasuk dalam film "Top Gun: Maverick".
Kilmer sendiri sebenarnya telah terlibat dalam proyek "As Deep as the Grave" sejak awal pengembangan. Namun, kondisi kesehatannya membuat ia tidak dapat menyelesaikan proses syuting. Alih-alih mengganti peran, tim produksi memilih mempertahankan karakternya dengan pendekatan teknologi.
Produksi film ini juga sempat mengalami beberapa penundaan, termasuk saat pandemi COVID-19. Proyek tersebut bahkan menjadi salah satu yang kembali menjalani syuting di New Mexico pada 2020.
Karakter Pastor Fintan diketahui memiliki peran penting dalam alur cerita, yang terinspirasi dari kisah arkeolog Ann dan Earl Morris. Dalam film ini, sosok Kilmer versi digital disebut akan tampil cukup dominan, dengan durasi mencapai lebih dari satu jam.
Film "As Deep as the Grave" dijadwalkan rilis tahun ini. Namun, di balik antusiasme penonton, perdebatan soal etika penggunaan AI dalam industri film tampaknya akan terus bergulir, seiring berkembangnya teknologi yang mampu "menghidupkan kembali" figur publik.