Kanye West Dituding Lakukan Penyerangan di Hotel Mewah
JAKARTA, GENVOICE.ID - Rapper kontroversial Kanye West, yang kini dikenal dengan nama Ye, kembali menjadi sorotan publik setelah dituding melakukan penyerangan fisik terhadap seorang pria di sebuah hotel mewah di West Hollywood.
Insiden tersebut dilaporkan terjadi pada 16 April 2024 sekitar pukul 23.00 di Chateau Marmont. Berdasarkan dokumen gugatan yang diajukan pada 13 Maret, Ye disebut mendatangi seorang pria yang sedang duduk di area taman hotel, lalu secara tiba-tiba melayangkan pukulan.
"Tanpa peringatan, (Ye) meninju wajahnya," demikian isi gugatan tersebut.
Korban yang diidentifikasi sebagai John Doe mengklaim dirinya tidak melakukan tindakan apa pun yang memicu serangan tersebut. Ia mengaku dipukul hingga terjatuh, kepalanya terbentur, dan sempat kehilangan kesadaran.
Beberapa hari setelah kejadian, Ye disebut menuduh korban melakukan tindakan tidak pantas terhadap seorang perempuan dari rombongannya. Namun, dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa rekaman video di lokasi tidak menunjukkan adanya tindakan seperti yang dituduhkan.
Kuasa hukum korban, Robert Shapiro, menjelaskan bahwa penggunaan identitas anonim bertujuan untuk melindungi privasi kliennya sekaligus membuka peluang penyelesaian kasus secara tertutup melalui mediasi.
Hingga kini, perwakilan Ye belum memberikan pernyataan resmi terkait tuduhan penyerangan tersebut. Kasus ini pun kembali menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan sang musisi.
Sebelumnya, pada Maret lalu, Ye juga terseret kasus hukum terkait sengketa tenaga kerja dalam proyek properti mewahnya di Malibu. Mantan manajer proyek, Tony Saxon, menuduh dirinya tidak dibayar, mengalami cedera, serta dipecat secara tidak sah.
Dalam putusan pengadilan, juri hanya mengabulkan sebagian tuntutan dengan nilai kompensasi sebesar 140 ribu dolar AS, jauh di bawah klaim awal sebesar 1,7 juta dolar AS. Ye sendiri telah mengajukan upaya hukum untuk membatalkan putusan tersebut.
Kasus dugaan penyerangan ini kembali memperkuat citra kontroversial Ye yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi perbincangan, baik karena pernyataan publik maupun masalah hukum.
Publik kini menunggu perkembangan lebih lanjut dari proses hukum yang berjalan, termasuk kemungkinan adanya mediasi atau persidangan terbuka dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.