TVRI Ajak Publik Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Judi Online

Genvoice.id | 16 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Lembaga Penyiaran Publik TVRI mengajak masyarakat menikmati pertandingan FIFA World Cup 2026 secara sehat tanpa praktik taruhan. Ajakan ini disampaikan di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap maraknya judi online yang kerap muncul menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Koordinator Media Center Siaran Piala Dunia 2026 TVRI, Ezki Suyanto, mengatakan pemerintah saat ini memberikan perhatian serius terhadap upaya pencegahan dan penanganan perjudian daring. Menurutnya, isu tersebut menjadi salah satu perhatian penting dalam berbagai kebijakan yang diambil pemerintah.

Ia menyebut Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa praktik judi online merupakan ancaman bagi masyarakat karena dapat merusak tatanan sosial dan ekonomi.

Karena itu, TVRI menilai lembaga penyiaran publik memiliki tanggung jawab untuk tidak hanya menyiarkan pertandingan, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat. Tujuannya agar euforia menonton pertandingan sepak bola tidak dimanfaatkan sebagai ajang taruhan.

Menurut Ezki, kegembiraan menyaksikan Piala Dunia seharusnya menjadi hiburan bersama yang mempererat kebersamaan masyarakat, bukan aktivitas yang memicu praktik perjudian.

Fenomena judi online di Indonesia sendiri dinilai sudah berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan bahwa perputaran dana judi online pada 2025 mencapai sekitar Rp286,84 triliun dari lebih dari 422 juta transaksi.

Jumlah tersebut melibatkan sekitar 12,3 juta orang yang tercatat melakukan deposit pada berbagai platform perjudian daring. Partisipasi itu datang dari beragam kelompok masyarakat, termasuk generasi muda yang dinilai lebih rentan terpapar melalui platform digital.

Selain menimbulkan kerugian ekonomi, praktik perjudian online juga berdampak luas pada kondisi sosial masyarakat. Sejumlah kasus menunjukkan adanya individu yang terjerat utang, kehilangan tabungan keluarga, bahkan terlibat tindak kriminal akibat kecanduan judi.

Ezki menilai sepak bola memiliki kekuatan besar untuk menyatukan masyarakat dalam satu momen kebersamaan. Saat turnamen dunia tersebut dimulai pada Juni 2026, jutaan orang diperkirakan akan mengikuti berbagai kegiatan nonton bareng di banyak daerah di Indonesia.

Ia berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan sebagai ruang kebersamaan dan hiburan yang positif.

Menurutnya, Piala Dunia merupakan pesta olahraga yang dinikmati masyarakat dari berbagai kalangan. Karena itu, perayaan tersebut diharapkan tetap menjadi ruang berbagi kegembiraan, bukan berubah menjadi ajang taruhan yang berpotensi merugikan banyak pihak.