Joan Laporta Mundur dari Presiden Barcelona, Langkah Awal Menuju Pertarungan Pemilu 15 Maret

Genvoice.id | 16 Mar 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Joan Laporta resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden Barcelona menjelang pemilihan presiden klub.

Keputusan ini diambil bukan sebagai tanda mundur dari panggung kekuasaan, melainkan justru sebagai langkah awal untuk kembali bertarung dalam pemilu.

Pengunduran diri Laporta dilakukan sebelum anggota klub memberikan suara pada 15 Maret mendatang. Langkah tersebut mengikuti regulasi internal Barcelona yang mewajibkan presiden petahana mundur jika ingin kembali mencalonkan diri.

Dengan keputusan ini, Barcelona resmi memasuki periode transisi kepemimpinan. Meski demikian, operasional harian klub dipastikan tetap berjalan normal selama masa pemilu berlangsung. Tanggung jawab manajemen sementara kini berada di tangan komisi pengelola klub.

Komisi manajemen tersebut dipimpin oleh Rafa Yuste, sosok yang selama ini dikenal sebagai salah satu wakil presiden Laporta sejak 2021. Tugas utama komisi ini adalah menjaga stabilitas klub, memastikan aktivitas olahraga, finansial, dan administratif tetap terkendali hingga presiden baru terpilih.

Pemilihan presiden Barcelona kali ini diperkirakan berlangsung ketat. Laporta tidak sendirian dalam perebutan kursi orang nomor satu di Camp Nou. Sejumlah nama telah mengumumkan pencalonan, termasuk Victor Font, Marc Ciria, Xavier Vilajoana, dan Joan Camprubi.

Para kandidat masih harus melewati tahap administratif yang krusial. Setiap calon diwajibkan mengumpulkan minimal 2.321 tanda tangan anggota klub agar bisa resmi masuk dalam surat suara. Proses pengumpulan dukungan ini akan menjadi penyaring awal sekaligus penentu peta persaingan menuju hari pemungutan suara.

Laporta sendiri bukan nama asing dalam sejarah Barcelona. Ia kembali terpilih sebagai presiden pada 2021, menandai periode keduanya setelah sebelumnya memimpin klub pada era 2003 hingga 2010. Dalam pemilu 2021, Laporta meraih kemenangan dengan 30.184 suara, unggul jauh dari Victor Font yang memperoleh 16.679 suara dan Toni Freixa dengan 4.769 suara.

Pemilu kali ini diperkirakan akan sarat isu strategis. Mulai dari arah rekrutmen pemain musim panas, kondisi keuangan klub, progres renovasi Spotify Camp Nou yang mendekati tahap akhir, hingga spekulasi soal kemungkinan peran Lionel Messi di masa depan.

Dengan Laporta kembali maju, pemilu presiden Barcelona tak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga penentuan arah klub di fase penting sejarahnya.