Strategi Cerdas Pemudik Kampung Rambutan: Pulang Lebih Awal Agar Hemat Tiket

Genvoice.id | 16 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan di Jakarta Timur nampak lebih ramai dari biasanya.

Aktivitas naik turun penumpang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir, menunjukkan bahwa masyarakat mulai mengambil langkah lebih awal untuk kembali ke kampung halaman. Ratusan warga memilih strategi pulang lebih awal jauh sebelum puncak musim mudik tiba.

Pilihan ini dipilih bukan tanpa alasan, antusiasme masyarakat yang tinggi serta kekhawatiran akan meningkatnya harga tiket jika menunggu hingga mendekati hari besar membuat banyak perantau bertindak cepat. Dengan pulang lebih awal, mereka berharap bisa menghemat biaya serta menghindari padatnya terminal dan jalan raya.

Menurut Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, aktivitas penumpang mulai meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir menjelang Imlek dan Ramadan.

"Sejak beberapa hari terakhir, aktivitas penumpang mulai mengalami peningkatan. Hal ini diperkirakan akan terus bertambah menjelang Imlek dan memasuki bulan Ramadhan," ungkap Kepala Terminal Bus Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, di Jakarta, Minggu, 15 Februari 2026.

Data operasional menunjukkan ratusan bus tiba dan berangkat dengan membawa ratusan penumpang ke berbagai tujuan di dalam dan luar Pulau Jawa. Salah satu pemudik, Jamal (48), mengungkapkan bahwa memilih pulang lebih awal adalah keputusan yang paling logis secara finansial.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan pengalaman sebelumnya, menunggu hingga mendekati hari besar biasanya membuat harga tiket naik dan menyebabkan ketersediaan tempat duduk menjadi terbatas. Dengan mengambil cuti lebih awal, Jamal bisa pulang tanpa terburu-buru dan lebih tenang saat bersama keluarga.

Suasana di terminal yang mulai dipenuhi tas besar, kardus berisi oleh‑oleh, serta percakapan hangat antar pemudik mencerminkan bagaimana tradisi pulang kampung tetap menjadi momen penting bagi banyak keluarga Indonesia.

Para petugas terminal juga terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kenyamanan dan keamanan semua penumpang, baik yang pulang lebih awal maupun yang masih menunggu jadwal keberangkatan mereka.

Fenomena ini sejalan dengan tren mudik di Indonesia yang memang dikenal sebagai tradisi tahunan ketika perayaan besar seperti Imlek, Ramadan, atau Hari Raya Idulfitri tiba. Banyak masyarakat mengatur jadwal perjalanan mereka sedini mungkin untuk menikmati waktu bersama keluarga serta mengantisipasi lonjakan harga tiket transportasi yang sering terjadi saat peak season.