Konten Sedekah Disorot, Taqy Malik Disebut Pernah Diincar Polisi Arab Saudi

Genvoice.id | 16 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Nama YouTuber Taqy Malik kembali jadi perbincangan setelah muncul klaim bahwa dirinya sempat menjadi incaran aparat di Arab Saudi. Tuduhan itu diungkap oleh rekannya, Randy Permana, yang menyebut insiden tersebut berkaitan dengan konten sedekah makanan pada 2025.

Randy mengatakan, video kegiatan berbagi makanan diunggah melalui Instagram Story dan kemudian menarik perhatian pihak keamanan setempat. Menurutnya, pemantauan terjadi karena lokasi pembagian makanan berada di sekitar Masjid Quba, kawasan yang memiliki aturan ketat terkait kebersihan dan aktivitas publik.

Ia menduga makanan yang dibagikan tidak sesuai dengan selera sebagian jemaah sehingga ada yang dibuang. Kondisi itu disebut membuat area sekitar masjid menjadi kotor dan memicu perhatian aparat. Randy juga mengklaim pihak berwenang bisa melacak aktivitas tersebut karena kontennya viral di media sosial, bahkan disebut menggunakan data biometrik visa untuk penelusuran.

Setelah peristiwa itu, Randy menilai Taqy jarang lagi mengunggah konten sedekah makanan di akun media sosialnya. Namun, polemik disebut tidak berhenti di sana. Ia juga menyinggung dugaan aktivitas bisnis wakaf Alquran yang dijalankan Taqy di Tanah Suci.

Menurut Randy, harga mushaf di Arab Saudi berkisar 40 riyal, tetapi dijual kepada jemaah dengan harga sekitar dua kali lipat. Ia menilai praktik tersebut tidak masuk kategori penipuan, tetapi membuat nominal wakaf yang diberikan jemaah tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai sebenarnya.

Randy mengaku mengungkap cerita ini karena merasa dirugikan secara pribadi maupun dalam lingkup komunitas pekerja Indonesia di Arab Saudi. Ia juga menyebut sempat mencoba menasihati Taqy, namun berujung pada ketegangan di media sosial hingga dirinya mendapat hujatan dari sebagian komunitas.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Taqy Malik terkait klaim tersebut. Polemik ini pun menambah daftar kontroversi yang menyeret nama sang kreator di ruang publik, terutama terkait aktivitas sosial dan keagamaan di luar negeri.