Akurasi 95 Persen Jay Idzes, Sassuolo Amankan Tiga Poin

Genvoice.id | 16 Feb 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, kembali menunjukkan keseriusannya memetakan kekuatan sepak bola nasional.

Kali ini, Herdman tak hanya memantau pertandingan kasta tertinggi, tetapi hadir langsung menyaksikan laga Liga 2 atau Championship Grup A antara Garudayaksa melawan Persekat Tegal di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu.

Menurut Herdman, kehadirannya di Liga 2 merupakan bagian penting dari proses memahami struktur kompetisi Indonesia secara menyeluruh. Ia menilai, divisi di bawah Super League menyimpan banyak pemain muda yang sedang berjuang menembus level berikutnya.

"Sangat penting untuk memahami apa yang ada di bawah divisi pertama di sini. Penting untuk mengetahui pemain muda mana yang sedang muncul. Di level ini Anda bisa melihat banyak pemain yang jauh lebih muda, pemain yang tengah berjuang mendorong dirinya ke level selanjutnya," ujar Herdman.

Pertandingan tersebut dimenangkan Garudayaksa dengan skor 2-1. Tuan rumah membuka keunggulan lewat gol Alfin Kelilauw pada menit ke-24. Persekat sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-78 melalui Hamdi Sula. Namun, Garudayaksa memastikan kemenangan dramatis berkat sundulan Adittia Gigis di menit ke-89.

Kemenangan itu membuat Garudayaksa tetap kokoh di puncak klasemen Grup A dengan koleksi 37 poin, unggul tipis dari Adhyaksa di posisi kedua.

Herdman mengaku, pengalaman menonton langsung Liga 2 memberikan perspektif berbeda dibanding sekadar analisis video. Ia ingin melihat langsung intensitas pertandingan, kualitas fasilitas, hingga dinamika pemain di lapangan.

"Di 10 tahun awal karier Anda, penting untuk melihat segalanya. Setiap level di kompetisi, memahami strukturnya seperti apa, fasilitasnya seperti apa, intensitasnya seperti apa. Jadi, ini adalah pengalaman yang bagus," kata pelatih asal Inggris tersebut.

Sementara itu, pemain senior Garudayaksa, Andik Vermansah, mengaku terkejut melihat kehadiran pelatih timnas di stadion. Andik bahkan sempat tak percaya Herdman datang untuk memantau laga timnya.

"'Wah, lihat siapa ini? Tidak mungkin saya,'" ujar Andik sambil tersenyum.

Meski demikian, Andik berharap momentum tersebut bisa membuka jalan bagi pemain muda di skuad Garudayaksa untuk mendapat perhatian tim nasional. Ia secara khusus menyebut nama Alfin Kelilauw sebagai sosok yang layak dipertimbangkan.

Menurut Andik, pemain berusia 19 tahun itu memiliki prospek cerah. Selain mencetak gol di laga tersebut, Alfin dinilai menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang musim.

"Saya berharap banyak pemain muda berbakat dari tim ini bisa dicoba. Alfin Faiz Kelilauw punya prospek sangat bagus. Insya Allah, saya ingin Alfin bisa ke timnas suatu saat nanti," ucap Andik.

Langkah Herdman memantau Liga 2 dinilai sebagai sinyal kuat bahwa proses regenerasi Timnas Indonesia tak akan terpaku pada pemain Liga 1 semata. Divisi kedua kini menjadi ladang pencarian bakat baru, sekaligus peluang emas bagi talenta muda untuk mencuri perhatian pelatih tim Garuda.