Fakta Menarik Tentang Assassin's Creed Shadows, Game Kontroversial Namun Juga Dinantikan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Assassin's Creed Shadows adalah game terbaru dari seri Assassin's Creed yang akan membawa pemain ke Jepang feodal pada akhir periode Sengoku. Game ini dijadwalkan rilis pada 20 Maret 2025 dan akan tersedia untuk PlayStation 5, Xbox Series X/S, PC, macOS, dan iPadOS. Dengan latar belakang sejarah yang kaya dan karakter unik, game ini menjadi salah satu yang paling dinantikan tahun ini. Namun, di balik antusiasme tersebut, ada juga kontroversi yang menyertai kehadirannya.
Dua Karakter Protagonis dengan Gaya Bermain Berbeda
Assassin's Creed Shadows memperkenalkan dua karakter utama dengan gaya bertarung yang kontras. Fujibayashi Naoe, seorang shinobi perempuan dari klan Assassin, memiliki kemampuan stealth yang unggul. Dia dapat bersembunyi di bayangan, menggunakan kusarigama dan shuriken, serta mengalihkan perhatian musuh dengan berbagai alat ninja.
Di sisi lain, ada Yasuke, seorang samurai Afrika yang melayani daimyo Oda Nobunaga. Yasuke lebih berfokus pada pertarungan langsung dengan senjata berat seperti katana dan kanab?. Selain itu, ia dapat menggunakan arquebus, senjata api yang memberikan keunggulan dalam pertempuran jarak jauh.
Dunia Terbuka yang Dinamis
Ubisoft menjanjikan pengalaman eksplorasi yang lebih imersif dengan dunia terbuka yang dinamis. Pemain bisa menjelajahi Kyoto, Osaka, Kobe, dan provinsi Iga, yang akan berubah sesuai dengan pergantian musim. Contohnya, air akan membeku di musim dingin, memungkinkan pemain menyeberangi sungai dengan cara yang tidak tersedia di musim lain.
Sistem stealth juga ditingkatkan, memberikan pemain lebih banyak opsi untuk bersembunyi dan menyerang secara diam-diam. Dengan lingkungan yang interaktif dan berbagai alat baru yang bisa digunakan, pengalaman menjadi seorang shinobi akan lebih mendalam dibandingkan game sebelumnya.
Kontroversi Seputar Yasuke
Meskipun banyak yang menantikan Assassin's Creed Shadows, kehadiran Yasuke sebagai karakter utama menuai perdebatan. Sebagian penggemar mempertanyakan akurasi historisnya, karena meskipun Yasuke memang tokoh nyata, perannya sebagai samurai dalam sejarah Jepang masih diperdebatkan. Namun, Ubisoft menegaskan bahwa mereka ingin menghadirkan perspektif baru tentang Jepang feodal melalui karakter ini.
Game yang Patut Dinantikan
Terlepas dari kontroversinya, Assassin's Creed Shadows tetap menjadi salah satu game yang paling dinantikan. Pre-order menunjukkan angka yang menjanjikan, menandakan antusiasme tinggi dari para penggemar. Dengan gameplay yang inovatif, latar Jepang yang kaya sejarah, dan sistem pertarungan yang lebih beragam, game ini berpotensi menjadi salah satu yang terbaik dalam seri Assassin's Creed.
Dengan kombinasi aksi samurai yang brutal dan stealth khas seorang shinobi, Assassin's Creed Shadows menawarkan pengalaman yang belum pernah ada dalam seri ini. Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, game ini menjanjikan eksplorasi dunia terbuka yang mendalam, sistem pertarungan yang beragam, serta cerita yang menggugah. Jika Ubisoft berhasil mengeksekusi visi mereka dengan baik, Assassin's Creed Shadows berpotensi menjadi salah satu game terbaik dalam waralaba ini dan menambah warna baru dalam sejarah Assassin's Creed.