Viral Atraksi Mirip Ritual Satanic di Pekalongan, Satu Peserta Dilaporkan Meninggal: Polisi dan Keluarga Ungkap Fakta Sebenarnya!
JAKARTA, GENVOICE.ID -Pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial setelah menampilkan sejumlah atraksi bernuansa menyeramkan, termasuk penggunaan kostum iblis dan simbol pentagram terbalik yang menuai perbincangan publik.
Di tengah kehebohan yang dikaitkan dengan dugaan unsur ritual satanic, kegiatan yang digelar pada Kamis (10/9/2026) malam tersebut juga diwarnai kabar duka dengan meninggalnya salah satu peserta pawai bernama Ahmad Faiz (41).
Klarifikasi Keluarga dan Pihak Kepolisian Terkait Meninggalnya Peserta
-
Kondisi Kelelahan Akibat Kerja: Pihak keluarga melalui sang paman, M. Musa, menegaskan bahwa korban adalah seorang pekerja batik yang dikenal sangat bertanggung jawab dan kerap memaksakan diri bekerja hingga kurang tidur sebelum acara dimulai.
-
Permintaan Keluarga: Keluarga telah ikhlas menerima kepergian almarhum dan meminta agar kabar kematian Faiz tidak dikaitkan secara berlebihan dengan keikutsertaannya mengenakan kostum dalam karnaval.
-
Hasil Penyelidikan Polisi: Kapolsek Buaran, AKP Sunarto, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban memang sudah mengeluhkan kelelahan dan kurang tidur parah akibat bekerja dalam beberapa hari terakhir sebelum acara berlangsung.
Respons Panitia dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan
-
Penjelasan Panitia Pelaksana: Panitia SKNC, Fatchul Majid, menyebutkan bahwa rangkaian acara berjalan lancar dan peserta yang bersangkutan terlihat dalam kondisi sehat saat mengenakan kostum serta mengikuti pawai.
-
Sorotan Plt Bupati Pekalongan: Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, menilai bahwa atraksi horor tersebut berpotensi memberikan dampak psikis bagi anak-anak yang menyaksikannya, meskipun peserta memiliki maksud simbolis tersendiri seperti menggambarkan perlawanan terhadap keangkaramurkaan dan nafsu negatif.
-
Komitmen Pembinaan Kreativitas: Pemerintah Kabupaten Pekalongan menegaskan tidak akan membatasi kreativitas warga, melainkan akan memberikan pembinaan ke depan agar pelaksanaan kegiatan serupa lebih memperhatikan aspek kenyamanan dan dampak di tengah masyarakat.
Insiden viralnya Simbang Kulon Night Carnival di Pekalongan memberikan pelajaran penting mengenai bagaimana batasan kreativitas masyarakat dan kepekaan sosial perlu dijaga secara beriringan.
Di satu sisi, klarifikasi dari pihak keluarga dan kepolisian telah meluruskan kesalahpahaman terkait penyebab wafatnya almarhum Ahmad Faiz yang murni akibat kelelahan fisik.
Semoga kejadian ini dapat disikapi dengan bijak oleh seluruh pihak tanpa perlu menyebarkan informasi yang keliru. Bagaimana tanggapan Gen melihat polemik penyelenggaraan karnaval tersebut? Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar!