Sederet Fakta Mencengangkan di Balik Karnaval Pekalongan yang Viral: Dari Teatrikal Mistis hingga Duka Keluarga

Genvoice.id | 15 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID -Pelaksanaan Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kelurahan Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mendadak viral dan menjadi sorotan tajam publik di media sosial.

Acara yang semula digelar sebagai puncak perayaan khitanan massal serta peringatan Maulid Nabi Muhammad ini menuai kontroversi besar setelah diwarnai sejumlah insiden mengejutkan, mulai dari wafatnya salah satu peserta, isu kericuhan, hingga pertunjukan teatrikal yang diduga menampilkan simbol-simbol satanisme.

1. Puncak Tradisi Tahunan dan Rangkaian Acara

SKNC merupakan pengembangan tradisi tahunan yang telah berlangsung hingga tahun ke-61 untuk memeriahkan khitanan massal dan Maulid Nabi.

Diikuti oleh 25 barisan dari berbagai mushola setempat dengan mengusung tema "Nyawiji ing Budaya, Ngukuhake Paseduluran" melalui parade busana, ogoh-ogoh, dan kesenian tradisional.

Meskipun bertujuan merawat kerukunan dan ruang kreativitas, jalannya acara mendadak menuai polemik setelah salah satu barisan menampilkan aksi teatrikal kontroversial.

2. Klarifikasi Kematian Peserta Bernama Ahmad Faiz

Kepergian salah satu peserta bernama Ahmad Faiz (41) sehari setelah karnaval sempat dikaitkan secara berlebihan oleh warganet dengan penggunaan kostum monster yang ia kenakan.

Pihak keluarga menegaskan bahwa almarhum meninggal dunia akibat kelelahan parah dan kurang tidur setelah bekerja keras mempersiapkan kostum selama beberapa hari.

Keluarga telah ikhlas menerima kepergian korban dan meminta publik agar tidak menyebarkan informasi keliru yang dapat merugikan pihak keluarga.

3. Fakta Terkait Kericuhan dan Respons Panitia

Menanggapi isu perkelahian yang beredar, pihak panitia meluruskan bahwa insiden tersebut bukan pengeroyokan terencana, melainkan gesekan akibat ulah oknum penonton luar desa.

Kericuhan bermula saat oknum penonton mencoba merusak properti peserta hingga memicu kemarahan kelompok korban. Panitia memastikan kericuhan tersebut tidak menimbulkan dampak serius maupun korban luka parah di lokasi acara.

4. Sorotan Utama pada Dugaan Simbol Satanisme

Pertunjukan kelompok peserta menampilkan aksi teatrikal berupa karakter tengkorak, peti mati yang dijadikan altar penyembelihan kambing, hingga pameran kepala kambing berlumur darah.

Publik menyoroti kemunculan atribut seperti pentagram terbalik dan buku berlambang mata satu yang identik dengan simbolisme satanisme.

Pihak panitia mengaku kecolongan karena aksi tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan mereka demi memberikan unsur kejutan (surprise) yang kerap dirahasiakan peserta sebelumnya.

Rentetan peristiwa kontroversial dalam Simbang Kulon Night Carnival 2026 di Pekalongan ini tentu memberikan banyak pelajaran berharga bagi masyarakat dan penyelenggara acara.

Di satu sisi, klarifikasi tegas dari pihak keluarga telah meluruskan kesalahpahaman terkait wafatnya almarhum Ahmad Faiz, sementara di sisi lain, polemik pertunjukan simbolis menuntut adanya evaluasi agar ruang kreativitas warga ke depannya tetap menjunjung tinggi norma serta kenyamanan publik.

Bagaimana tanggapan Gen menyikapi berbagai fakta di balik viralnya karnaval tersebut? Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar!