Purbaya Yudhi Sadewa Buka Suara Terkait Dugaan Penyebab Dirinya Dicopot Prabowo dari Kursi Menkeu: Singgung Perombakan Ratusan Pejabat Pajak dan Bea Cukai
JAKARTA, GENVOICE.ID -Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya secara terbuka membeberkan sejumlah faktor yang diduga menjadi pemicu di balik keputusan mendadak Presiden Prabowo Subianto mencopot dirinya dari jajaran Kabinet Merah Putih.
Usai merampungkan prosesi serah terima jabatan (sertijab) yang dilangsungkan pada Selasa (15/9/2026), Purbaya mengakui bahwa salah satu hal krusial yang turut memengaruhi pencopotannya adalah langkah tegasnya dalam melakukan perombakan struktural besar-besaran terhadap ratusan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan.
Langkah Perombakan Ratusan Pejabat dan Upaya Pembersihan Internal
Sebelum masa jabatannya harus berakhir lebih cepat, Purbaya tercatat sempat melakukan perombakan atau rotasi terhadap lebih dari 300 pejabat di bawah naungan Kementerian Keuangan.
Langkah administratif yang cukup berani tersebut diambil sebagai bagian dari strategi penyegaran organisasi sekaligus upaya nyata untuk memperketat pengawasan guna mengurangi berbagai potensi tindakan penyelewengan di internal instansi keuangan negara.
Saat dikonfirmasi mengenai faktor di balik pencopotannya, Purbaya tidak menampik bahwa kebijakan perombakan struktural yang menyentuh lembaga pajak dan bea cukai tersebut "sebagian mungkin ada karena itu ya".
Penegasan Terkait Kebijakan Anggaran dan Hak Prerogatif Presiden
Purbaya memastikan secara tegas bahwa pemecatannya sama sekali tidak dilatarbelakangi oleh persoalan atau kesalahan dalam kebijakan anggaran yang telah ia eksekusi selama mengemban tugas sebagai bendahara negara.
Menurutnya, seluruh kebijakan anggaran dan langkah strategis yang diambil selama memimpin Kementerian Keuangan telah diketahui dan dilaporkan secara transparan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Meskipun sempat melontarkan pengakuan merasa sebal hingga kesulitan tidur pasca-pengumuman pemecatannya saat berada di ruang rapat DPD RI, Purbaya tetap menekankan bahwa pencopotannya merupakan hak prerogatif mutlak Presiden yang harus dihormati sepenuhnya dan tidak bisa diganggu gugat.
Pengakuan blak-blakan dari Purbaya Yudhi Sadewa ini akhirnya memberikan pencerahan sekaligus menjawab tanda tanya publik mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik perombakan kursi Menteri Keuangan yang berlangsung secara dramatis.
Langkah transformatif yang ditempuh dalam menata ulang birokrasi internal kementerian meninggalkan catatan tersendiri dalam rekam jejak singkat masa pengabdiannya. Bagaimana tanggapan Gen melihat alasan di balik pencopotan dan dinamika pergantian kursi bendahara negara ini? Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar!