Lamine Yamal vs Kylian Mbappe, Siapa Lebih Layak Menang Ballon d'Or?
JAKARTA, GENVOICE.ID - Persaingan menuju Ballon d'Or tahun ini terasa lebih sulit ditebak. Tidak ada satu pemain yang benar-benar mendominasi semua aspek penilaian. Dua nama yang paling mencuri perhatian adalah Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.
Keduanya punya alasan kuat untuk memenangkan penghargaan individu paling bergengsi tersebut. Mbappe tampil sangat produktif bersama Real Madrid dan Timnas Prancis. Sementara itu, Yamal memiliki keunggulan dari sisi kreativitas sekaligus sukses membantu Barcelona meraih trofi.
Mbappe bahkan menyampaikan argumennya dalam wawancara bersama France Football. Ia menilai performanya sepanjang musim 2025/2026 sangat luar biasa dan meminta aspek individu mendapat perhatian lebih besar dibandingkan sekadar jumlah trofi.
Yamal juga memiliki keyakinan yang sama. Setelah menjadi runner-up pada edisi sebelumnya, pemain Barcelona tersebut merasa dirinya pantas memenangkan Ballon d'Or. Ia juga menilai dirinya dan Mbappe sebagai dua pemain terbaik di dunia.
Dengan seremoni Ballon d'Or yang dijadwalkan berlangsung di London pada 26 Oktober, perdebatan mengenai siapa yang lebih layak menjadi pemenang semakin menarik.
Mbappe Jauh Lebih Produktif di Depan Gawang
Jika menggunakan statistik gol sebagai ukuran utama, Mbappe memiliki keunggulan yang cukup besar.
Penyerang Real Madrid itu menjadi pencetak gol terbanyak Liga Spanyol musim lalu dengan 25 gol. Ia juga mencetak 15 gol di Liga Champions dan mengoleksi 10 gol di Piala Dunia yang berlangsung di Amerika Utara.
Secara keseluruhan, Mbappe menghasilkan 58 gol untuk Real Madrid dan Prancis sepanjang musim 2025/2026. Ia juga memberikan 13 assist.
Dengan total 71 kontribusi gol dalam 60 pertandingan, produktivitas Mbappe menjadi salah satu argumen terkuatnya dalam persaingan Ballon d'Or.
Yamal memang tidak mampu menyamai jumlah tersebut. Ia mencetak 16 gol di Liga Spanyol, enam gol di Liga Champions, serta dua gol di Copa del Rey.
Totalnya, Yamal menghasilkan 25 gol untuk Barcelona dan Spanyol.
Yamal Punya Keunggulan dalam Kreativitas
Meski kalah dalam urusan mencetak gol, Yamal memiliki aspek lain yang membuatnya tidak kalah menarik.
Pemain Barcelona itu mencatatkan 20 assist untuk klub dan negaranya. Jumlah tersebut tujuh assist lebih banyak dibandingkan Mbappe.
Yamal juga menjadi pemain dengan jumlah peluang tercipta terbanyak di antara pemain yang tampil di lima liga top Eropa. Artinya, kontribusinya tidak hanya terlihat dari jumlah gol yang ia cetak.
Dalam 57 pertandingan, Yamal mencatatkan total 45 keterlibatan gol. Angka itu memang masih berada di bawah Mbappe yang memiliki 71 kontribusi dalam 60 pertandingan.
Bahkan, keduanya masih tertinggal dari Harry Kane yang mencatatkan 81 keterlibatan gol. Namun, dari sisi kreativitas, Yamal memiliki keunggulan yang jelas atas Mbappe.
Yamal Unggul dalam Urusan Trofi
Perdebatan Ballon d'Or tidak berhenti pada statistik individu. Prestasi bersama klub dan tim nasional juga menjadi salah satu faktor penting.
Dalam hal ini, Yamal berada di posisi yang lebih menguntungkan.
Barcelona berhasil memenangkan Liga Spanyol pada musim 2025/2026. Yamal menjadi salah satu pemain penting dalam keberhasilan tersebut. Ia juga sebelumnya membantu Barcelona meraih Supercopa de Espana pada Januari setelah mengalahkan Real Madrid di final.
Sementara itu, Mbappe tidak mendapatkan trofi bersama Real Madrid pada musim tersebut. Madrid gagal menjadi juara di kompetisi yang mereka ikuti.
Situasi serupa juga terjadi bersama Prancis. Mbappe tidak berhasil membawa negaranya melewati semifinal Piala Dunia setelah Prancis tersingkir dari Spanyol.
Perbedaan ini membuat Yamal memiliki nilai tambah ketika penilaian Ballon d'Or tidak hanya berfokus pada statistik individu.
Mbappe Punya Pengaruh, Yamal Punya Konsistensi
Ada aspek lain yang membuat persaingan keduanya sulit dipisahkan, yaitu pengaruh terhadap permainan dan warisan yang mereka bangun.
Jose Mourinho pernah berpandangan bahwa Ballon d'Or seharusnya tidak hanya diberikan kepada pemain yang memenangkan Liga Champions atau Piala Dunia. Menurutnya, penghargaan tersebut juga seharusnya mempertimbangkan pemain yang nantinya benar-benar dirindukan oleh dunia sepak bola ketika pensiun.
Mbappe memiliki argumen kuat dari sisi konsistensi. Ia terus mencetak gol untuk Real Madrid dan menunjukkan kemampuan sebagai penyerang dengan kualitas yang sangat tinggi.
Rekornya di Piala Dunia juga memperkuat posisi Mbappe. Namun, kegagalan Real Madrid dan Prancis meraih trofi membuat persaingannya dengan Yamal semakin menarik.
Yamal memiliki pendekatan berbeda. Ia mungkin tidak mempunyai satu momen besar yang menjadi alasan utama untuk memenangkan penghargaan, tetapi mampu tampil konsisten sepanjang tahun.
Ia juga memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Liga Spanyol berkat kreativitas dan kontribusinya.
Siapa yang Lebih Layak Menang Ballon d'Or?
Jika penilaian hanya berdasarkan produktivitas individu, Mbappe jelas berada di atas Yamal. Catatan 58 gol dan 13 assist dalam satu musim merupakan angka yang sangat kuat.
Namun, Yamal menawarkan keunggulan lain. Ia lebih kreatif, mencatatkan lebih banyak assist, dan memiliki prestasi tim yang lebih baik bersama Barcelona.
Karena itu, persaingan keduanya tidak bisa ditentukan hanya dengan melihat jumlah gol.
Mbappe unggul dalam produktivitas. Yamal lebih menonjol dalam kreativitas dan perolehan trofi. Dengan mempertimbangkan ketiga aspek tersebut, Yamal dinilai memiliki keunggulan tipis untuk memenangkan Ballon d'Or tahun ini.
Siapa pun yang akhirnya menang, persaingan antara Yamal dan Mbappe menunjukkan bahwa perebutan Ballon d'Or kali ini benar-benar sulit diprediksi.