Yuki Tsunoda Akui Ketakutan Besar Setelah Kecelakaan Mengerikan di F1 Imola
JAKARTA, GENVOICE.ID - Pebalap Jepang Yuki Tsunoda akhirnya buka suara soal kecelakaan mengerikan yang dialaminya di Sirkuit Imola musim ini. Dalam sesi kualifikasi GP Emilia Romagna, Tsunoda sempat membuat penonton terdiam ketika mobilnya terbalik beberapa kali sebelum akhirnya terhenti dalam kondisi ringsek.
Insiden itu terjadi pada Q1, ketika Tsunoda kehilangan kendali di chicane kedua akibat melaju terlalu cepat. Mobil RB21 yang ia kemudikan meluncur mundur ke area gravel, lalu menghantam pagar pembatas dengan keras. Benturan tersebut membuat mobilnya terpental dan berguling berkali-kali sebelum berhenti dengan posisi terbalik.
Meski mobil hancur total, Tsunoda keluar tanpa cedera serius. Ia bahkan tetap melanjutkan balapan dari pit lane dan berhasil finis di posisi 10 besar, meraih poin penting untuk Red Bull - salah satu dari hanya empat poin yang ia dapat sejauh musim ini.
Namun, Tsunoda mengaku bahwa momen tersebut adalah salah satu yang paling menakutkan sepanjang kariernya. "Saya benar-benar takut tubuh saya akan hancur, seperti terpisah ke kanan dan kiri," ungkapnya mengenang detik-detik kecelakaan.
Ia menambahkan, meski tubuhnya sempat terasa terguncang hebat, lehernya tetap kuat menahan benturan. "Saya ingat setiap momen dengan jelas. Saya melihat ban mobil lepas, tapi untungnya leher saya baik-baik saja, dan saya masih bisa balapan keesokan harinya," kata Tsunoda.
Kecelakaan itu menjadi pengingat keras betapa berbahayanya Formula 1, bahkan dengan teknologi keselamatan modern. Sistem halo, sabuk pengaman berteknologi tinggi, dan struktur monocoque terbukti kembali menyelamatkan nyawa pebalap.
Bagi Tsunoda, insiden ini datang di tengah masa depan yang belum pasti. Kontraknya dengan Red Bull hanya berlaku sampai akhir musim 2025, dan performanya masih dipertanyakan. Meski berhasil finis 10 besar di Imola, Tsunoda baru mengoleksi empat poin sepanjang musim, sebuah catatan yang dianggap kurang impresif untuk standar tim papan atas.
Sementara itu, dominasi Max Verstappen dan drama internal McLaren dengan strategi team orders membuat persaingan semakin ketat di papan atas. Di sisi lain, nasib Tsunoda bisa sangat ditentukan oleh sisa balapan musim ini - apakah ia bisa membuktikan konsistensi atau justru terancam kehilangan kursi di tahun 2026.
Kecelakaan mengerikan di Imola itu jelas menjadi titik balik bagi Tsunoda. Dari pengalaman hampir kehilangan segalanya, ia kini bertekad menunjukkan bahwa dirinya masih layak bersaing di level tertinggi Formula 1.