Tragis! Anggota TNI di Wonosobo Tewas Dibacok Saat Lerai Keributan, Pelaku Masih Buron
JAKARTA, GENVOICE.ID - Wonosobo digegerkan oleh peristiwa tragis. Seorang anggota TNI bernama Serda RS tewas dibacok di sebuah kafe di Desa Jolontoro, Kecamatan Sapuran, pada Minggu dini hari (14/9).
Insiden memilukan ini terjadi saat korban berusaha melerai keributan antara pengunjung dan pegawai kafe. Polisi dan Polisi Militer kini tengah memburu pelaku yang identitasnya sudah diketahui, sementara insiden ini memicu amarah warga hingga merusak kafe lokasi kejadian.
Menurut Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro, Letkol Inf Andy Soelistyo, Serda RS yang berdinas di Kodim 0707/Wonosobo awalnya mampir ke kafe itu untuk makan malam setelah pulang dari pemantauan wilayah. Sekitar pukul 23.45 WIB, ia mendengar ada keributan di salah satu ruangan dan berniat melerainya.
Kronologi Tragis: Lerai Keributan Berujung Maut
Andy menjelaskan, saat Serda RS mencoba melerai, ia melihat ada cekcok antara pegawai kafe dan seorang pengunjung berinisial I. Korban lalu membawa pelaku berinisial I ke area parkiran.
Nahas, sesampainya di parkiran, pelaku I langsung menuju mobilnya, Daihatsu Veloz putih, lalu mengambil senjata tajam. Tanpa diduga, pelaku langsung menyerang Serda RS dari belakang. Sabetan senjata tajam itu mengenai pipi kiri bawah korban. Setelah menyerang, pelaku I langsung kabur menggunakan mobilnya.
Korban sempat dilarikan ke RS PKU Wonosobo, tapi nyawanya tidak tertolong. Sekitar pukul 00.30 WIB, ia dinyatakan meninggal dunia.
Pelaku Masih Buron, Polisi dan Polisi Militer Turun Tangan
Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, membenarkan kejadian ini dan mengatakan timnya sedang bekerja keras untuk mengungkap kasus ini secepatnya. Begitu juga dengan Polisi Militer yang kini ikut menyelidiki detail dan motif dari pelaku.
Jenazah Serda RS yang diketahui warga Desa Sijambu, Kecamatan Kertek, sudah dimakamkan secara militer pada Minggu siang. Pemakamannya dihadiri oleh banyak anggota TNI sebagai penghormatan terakhir.
Warga Ngamuk, Kafe Lokasi Kejadian Dirusak dan Dibakar!
Kematian Serda RS memicu kemarahan warga. Pada Minggu siang, massa beramai-ramai mendatangi kafe lokasi kejadian. Mereka merusak bangunan kafe dengan melempari kaca-kaca menggunakan batu.
Tak hanya itu, sejumlah fasilitas di dalam kafe juga dikeluarkan dan dibakar menggunakan ban bekas. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes dan tuntutan agar pelaku segera ditangkap dan diadili.
"Intinya warga di sini menuntut keadilan. Pelaku harus segera ditangkap dan diadili," kata Vreda, salah satu warga yang juga saudara korban.
Kapolres Wonosobo, AKBP M. Kasim Akbar Bantilan, mengatakan pihaknya langsung menemui massa dan mengakomodir tuntutan mereka. Ia berjanji akan segera menyelesaikan kasus ini.