Selebrasi Gaya Messi! Marc Marquez Juara di San Marino dan Makin Dekat ke Gelar Dunia
JAKARTA, GENVOICE.ID - Marc Marquez tampil luar biasa di MotoGP San Marino 2025 dengan meraih kemenangan dramatis dan mempersembahkan selebrasi unik ala bintang sepak bola Lionel Messi. Usai mengamankan podium tertinggi, Marquez melepas setelan balapnya dan mengangkatnya ke arah penonton dari atas podium, sebuah gestur ikonik yang meniru selebrasi Messi saat mencetak gol untuk Barcelona pada 2017 lalu.
"Saya selalu bilang Messi adalah referensi. Dia membiarkan sepak bolanya yang berbicara. Saya berbicara dengan mengendarai motor. Itu cara terbaik, dan saya merasa inilah saatnya untuk merayakan," ujar Marquez.
Kemenangan di Sirkuit Misano ini menjadi momen penting dalam perebutan gelar juara dunia. Marquez kini unggul 182 poin atas adiknya, Alex Marquez, yang finis di posisi ketiga. Jika di MotoGP Jepang akhir pekan depan Marc mampu meraih tiga poin lebih banyak dari Alex, maka gelar juara dunia akan resmi menjadi miliknya.
Balapan penuh tensi terjadi di Misano World Circuit Marco Simoncelli. Memulai dari posisi keempat, Marquez perlahan merangkak ke depan. Ia berhasil menyalip Fabio Quartararo dan Alex Marquez, sebelum memburu pimpinan balapan Marco Bezzecchi yang memulai dari pole position.
Bezzecchi, yang tampil impresif dengan motor Aprilia, sempat memimpin hingga lap ke-11. Namun sebuah kesalahan fatal membuatnya melebar di tikungan, dan peluang itu langsung dimanfaatkan Marquez untuk mengambil alih posisi pertama. Ia mempertahankannya hingga garis finis dengan catatan waktu 41 menit 20,89 detik.
Meski semakin dekat dengan gelar dunia, Marquez tetap memilih rendah hati.
"Rasanya masih belum nyata. Tapi saya tidak ingin kehilangan konsentrasi. Saya hanya ingin menjaga level ini dan menyelesaikan musim dengan cara terbaik," ucapnya.
Marquez juga menanggapi kemungkinan dirinya mengunci gelar juara dunia di Jepang, negara asal mantan timnya, Honda.
"Saya punya rasa hormat besar kepada Honda, jadi tidak masalah apakah saya merayakannya di Jepang atau di Indonesia," ujarnya diplomatis.
Namun, Marquez mengakui bahwa kemenangan di Italia terasa lebih emosional.
"Lebih spesial menang di sini karena saya merasakan tekanan dari Ducati. Akhir pekan ini saya merasakan tekanan dari Tardozzi dan semuanya," ungkapnya.
Kemenangan di San Marino ini semakin menegaskan dominasi Marquez bersama tim Ducati Lenovo musim ini. Sebelumnya, ia juga berjaya di sirkuit ikonik Mugello, yang menjadi salah satu kandang Ducati.
Dengan performa konsisten dan strategi balap yang matang, Marc Marquez kini tinggal selangkah lagi dari gelar juara dunia yang sangat dinanti-nanti-sekaligus membuktikan bahwa dirinya masih salah satu yang terbaik di lintasan MotoGP.