Sadis! Pelaku Pembunuhan Mahasiswi di Ciracas Ternyata Remaja 16 Tahun, Ini Kronologinya!

Genvoice.id | 15 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kasus pembunuhan seorang mahasiswi di Ciracas, Jakarta Timur, telah menggemparkan publik. Korbannya adalah IM (23), mahasiswi asal Manggarai, Nusa Tenggara Timur, yang ditemukan tewas di indekosnya.

Setelah melakukan penyelidikan intensif, polisi berhasil menangkap terduga pelaku yang ternyata masih di bawah umur, berinisial FF (16). Penangkapan ini menimbulkan banyak pertanyaan, terutama terkait mengapa seorang remaja bisa melakukan tindak kejahatan sekeji ini.

Berita pembunuhan mahasiswi Ciracas ini pun menjadi sorotan utama di berbagai media sosial dan platform berita.

Mahasiswi Ditemukan Tak Bernyawa, Ada Luka Kekerasan!

Kisah pilu ini berawal dari penemuan mayat pada Jumat (12/9) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad Supriyanto, mengutarakan kalau ada laporan masuk tentang penemuan mayat perempuan di sebuah indekos lantai dua.

Saat dicek, IM sudah tidak bernyawa dalam posisi telungkup, dengan beberapa luka bekas kekerasan di badannya. Tak heran, banyak yang langsung merinding dan penasaran, siapa sih pelakunya?

Pelaku Pembunuhan Ditangkap, Usianya Masih 16 Tahun!

Tidak butuh waktu lama bagi polisi. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Dicky Fertoffan, memberikan kabar mengejutkan. Polisi berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan berinisial FF (16) pada Sabtu (13/9) dini hari sekitar pukul 00.15 WIB.

Penangkapan FF dilakukan di rumahnya sendiri. Setelah ditangkap, FF langsung dibawa ke Mapolsek Ciracas dan selanjutnya diurus oleh Polres Metro Jakarta Timur.

Yang bikin miris, pelaku ini ternyata masih di bawah umur. Kasus ini masuk dalam kategori anak berhadapan dengan hukum (ABH). Karena usianya yang masih belia, FF akan didampingi orang tuanya dan kasusnya ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA).

Sampai sekarang, belum ada rincian pasti apakah FF sudah jadi tersangka atau belum, tapi polisi terus berkoordinasi untuk mengusut tuntas kasus ini.

Kasus ini jadi pengingat buat kita semua, terutama yang tinggal di indekos atau kontrakan, untuk selalu waspada dan hati-hati. Jangan mudah percaya sama orang yang baru dikenal, apalagi kalau situasinya mencurigakan.

Penting sekali bagi kita untuk selalu memperhatikan keamanan diri dan lingkungan sekitar. Jangan sampai kasus seperti ini terulang lagi. Semoga keluarga korban dikasih ketabahan dan pelakunya bisa diproses sesuai hukum yang berlaku.