Benjamin Sesko Dibikin Gagal Bersinar, Taktik MU Bikin Dia Mirip Hojlund Jilid 2!

Genvoice.id | 15 Sep 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Gen, drama Manchester United kayaknya nggak ada habisnya. Derby Manchester yang ditunggu-tunggu malah jadi mimpi buruk buat Setan Merah. Main di Etihad Stadium, Minggu (14/9/2025), mereka dihajar telak 0-3 sama tetangga berisik, Manchester City. Phil Foden bikin gol pembuka, lalu Erling Haaland nambah dua gol lagi di babak kedua, dan bikin United pulang dengan kepala tertunduk.

Lucunya, meskipun banyak orang menyalahkan Ruben Amorim sebagai manajer, atau beberapa pemain lain macam Luke Shaw dan Manuel Ugarte, spotlight justru jatuh ke Benjamin Sesko. Striker anyar yang digadang-gadang bakal jadi mesin gol malah keliatan seperti orang hilang arah. Selama di lapangan, dia hampir nggak dapet bola, apalagi bikin ancaman serius.

Sesko diboyong dari RB Leipzig dengan harga gila, sekitar £74 juta, buat menggantikan peran Rasmus Hojlund. Tapi ironinya, dia justru ngalamin masalah yang sama kayak pendahulunya. Minim suplai bola bikin dia nggak bisa nunjukkin kualitas aslinya. Coba bayangin, 80 menit main, dia cuma pegang bola 20 kali dan nggak sekalipun di kotak penalti lawan.

Kesempatan paling oke-nya hanyalah sepakan setengah matang yang gampang banget diamankan Gianluigi Donnarumma, kiper anyar City. Dari 14 operan yang dia coba, cuma delapan yang nyampe ke temen. Dari sembilan duel, dia cuma menang tiga. Angka-angka itu bikin dia keliatan seolah bukan striker mahal, padahal masalahnya bukan sepenuhnya di dia.

Banyak fans di media sosial pasang badan buat Sesko. Menurut mereka, biang kerok sebenarnya ada di taktik United, bukan pada si pemain. "Saya kasihan pada Sesko, dia dibuat bernasib sama dengan Hojlund," tulis seorang fans. Ada juga yang nyeletuk, "Dulu semua menyalahkan Hojlund. Sekarang lihat Sesko, dia sudah melakukan bagiannya, tapi siapa yang memberinya servis?"

Walau kritik makin kenceng, Amorim tetap kalem. Dia bilang Sesko butuh waktu buat adaptasi di Premier League yang terkenal keras. "Dia mulai merasakan kerasnya liga terbaik di dunia. Kami akan membantunya memanfaatkan kualitasnya, tapi itu butuh waktu," ungkap Amorim.

Minggu depan bakal jadi ujian berat buat MU karena mereka harus ketemu Chelsea di Old Trafford. Pertanyaannya, mampukah Amorim merombak strategi biar Sesko nggak lagi dibiarkan sendirian di depan? Atau cerita "striker mahal mati kutu" bakal terulang lagi?