Guncang Pasar! BYD Kuasai 54 Persen Pangsa EV Indonesia, Jual Ribuan Mobil di GIIAS 2025

Genvoice.id | 15 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD, terus memperkuat dominasinya di pasar otomotif Indonesia.

Hingga pertengahan 2025, BYD berhasil menguasai sekitar 54 persen pangsa pasar kendaraan listrik (EV) nasional, menjadikannya pemain terdepan dalam era transisi energi bersih di Tanah Air.

"Dari data di pertengahan tahun 2025, pangsa pasar EV nasional sudah hampir menyentuh angka 10 persen, dan BYD berkontribusi sekitar 54 persen," ungkap Head of Public and Government Relations BYD Indonesia, Luther Pandjaitan, dikutip dariAntara,Jumat, (15/8).

Pencapaian ini diperkuat oleh hasil gemilang selama ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025, yang berlangsung dari 24 Juli hingga 3 Agustus. BYD Indonesia dan merek premiumnya, Denza, membukukan penjualan gabungan mencapai 4.195 unit kendaraan hanya dalam 11 hari pameran.

Secara kumulatif, dari Januari hingga Juli 2025, BYD dan Denza telah mencatatkan total penjualan nasional sebanyak 22.600 unit. Rinciannya, sekitar 16.400 unit berasal dari merek BYD, sementara Denza menyumbang sekitar 6.200 unit.

Luther menyebut, pertumbuhan agresif ini didorong oleh produk inovatif, strategi harga yang kompetitif, seperti pada model BYD Atto 1, serta pendekatan vertical integration yang memungkinkan efisiensi biaya produksi dan distribusi.

Tidak hanya menyasar kota-kota besar, BYD juga sedang memperluas jangkauan ke berbagai wilayah luar Jabodetabek. Hingga pertengahan 2025, BYD telah memiliki 53 diler resmi, dan menargetkan akan mencapai 100 jaringan diler di seluruh Indonesia sebelum akhir tahun.

"Jaringan kita terus bertambah. Sampai akhir tahun ini direncanakan akan ada 100 diler di berbagai kota, bukan hanya di kota besar," tambah Luther.

BYD juga fokus membangun ekosistem EV yang solid dengan menghadirkan DC fast charger di diler-diler resmi, guna mempermudah pengguna kendaraan listrik mengisi daya secara cepat dan efisien.

Langkah agresif BYD turut menjadikan Indonesia sebagai pasar kendaraan listrik paling berkembang di Asia Tenggara, serta mempercepat adopsi teknologi transportasi rendah emisi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dirilis Kementerian Perindustrian, sepanjang Januari hingga Juni 2025, penjualan mobil listrik murni (BEV) telah mencapai 36.611 unit, atau 9,77 persen dari total 374.740 unit mobil yang terjual. Ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah kehadiran mobil listrik di Indonesia.

Sebagai pembanding, pada periode yang sama di 2021, pangsa pasar mobil listrik baru mencapai 0,08 persen, yang menandakan lonjakan luar biasa hanya dalam empat tahun.

Tren positif ini juga tercermin dari pencapaian tahun 2024, di mana penjualan BEV di Indonesia mencapai 44.557 unit, naik drastis 161 persen secara tahunan dibandingkan 17.058 unit pada tahun sebelumnya.

Model-model unggulan BYD mendominasi pasar, dengan BYD M6 terjual sebanyak 6.124 unit, disusul BYD Seal dengan 4.828 unit, dan BYD Atto 3 sebanyak 3.291 unit.