Film Autopsy Dead Body Can Talk, Kisah Nyata Dr. Sumy Hastry Siap Bikin Penonton Merinding

Genvoice.id | 15 Jul 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Film bertema misteri dan forensik kembali hadir di bioskop Indonesia. Kali ini, Autopsy: Dead Body Can Talk siap mengajak penonton menyelami dunia autopsi yang penuh teka-teki sekaligus mengungkap berbagai fakta tersembunyi di balik sebuah kematian.

Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Berbeda dari film horor pada umumnya, Autopsy: Dead Body Can Talk lebih menitikberatkan pada proses investigasi forensik dan sisi psikologis para karakternya. Penonton akan diajak melihat bagaimana setiap luka, memar, hingga jejak kecil di tubuh korban dapat menjadi kunci untuk mengungkap sebuah kasus.

Gen, cerita film ini juga terasa semakin menarik karena terinspirasi dari kisah nyata sosok yang dikenal luas di dunia forensik Indonesia, yakni Dr. Sumy Hastry Purwanti. Sosoknya menjadi pusat cerita sekaligus membawa penonton memahami bagaimana ilmu forensik bekerja dalam mengungkap kebenaran.

Trailer perdana yang telah dirilis menampilkan suasana ruang autopsi yang sunyi, dingin, sekaligus penuh ketegangan. Dalam cuplikan berdurasi sekitar dua menit 25 detik tersebut, jasad korban digambarkan bukan sekadar objek pemeriksaan, melainkan "saksi" yang menyimpan berbagai petunjuk penting untuk memecahkan misteri.

Angkat Dunia Forensik dari Sudut Pandang Berbeda

Poster perdana film ini juga langsung menampilkan karakter Dr. Sumy Hastry sebagai tokoh utama. Latar ruang autopsi yang ditampilkan memberikan gambaran mengenai dunia foradilan yang selama ini jarang diketahui masyarakat.

Sutradara Ozan Ruz menjelaskan bahwa film ini tidak hanya mengandalkan ketegangan atau unsur horor semata. Menurutnya, cerita lebih berfokus pada realitas pekerjaan seorang ahli forensik dan perjalanan emosional yang mereka alami saat menangani berbagai kasus.

"Melalui visual yang intim dan atmosfer menekan, saya ingin membawa penonton mengikuti perjalanan emosional Dr. Hastry. Empati menjadi kekuatan utama yang membimbingnya menemukan petunjuk melalui ilmu forensik," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia juga mengatakan bahwa film ini berusaha memperlihatkan hubungan antara manusia, ilmu pengetahuan, dan pencarian kebenaran dalam setiap proses investigasi.

Terinspirasi dari Kisah Nyata

Aktris Masayu Anastasia mengungkapkan bahwa cerita dalam Autopsy: Dead Body Can Talk lahir dari peristiwa nyata yang memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, hal itu membuat film ini terasa lebih emosional karena penonton akan melihat bagaimana perjuangan seorang ahli forensik mengungkap fakta di balik berbagai kasus yang ditanganinya.

"Ide awal film ini berangkat dari kisah nyata yang memiliki kedekatan emosional dengan masyarakat. Sosok Dr. Sumy Hastry Purwanti dipilih karena dedikasi dan kontribusinya dalam dunia forensik," katanya.

Melalui film ini, perjalanan Dr. Sumy Hastry sebagai salah satu figur penting di bidang forensik Indonesia diangkat ke layar lebar. Penonton akan diajak mengikuti proses investigasi dari sudut pandang yang berbeda, mulai dari pemeriksaan medis hingga upaya mengungkap fakta yang tersembunyi di balik sebuah kematian.

Dengan menggabungkan unsur misteri, investigasi, dan kisah yang terinspirasi dari kejadian nyata, Autopsy: Dead Body Can Talk diharapkan menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda. Bukan sekadar menyuguhkan ketegangan, film ini juga memperlihatkan bagaimana ilmu forensik berperan penting dalam mencari kebenaran di balik setiap kasus.