Tragis! Rudal Israel Tewaskan Anak-Anak Palestina Saat Ambil Air di Gaza

Genvoice.id | 15 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Rudal Israel salah sasaran menghantam titik distribusi air di Gaza, menewaskan enam anak Palestina dan melukai belasan lainnya saat mereka sedang mengambil air bersih.

Perang di Gaza lagi-lagi menelan korban jiwa dari kalangan sipil, dan kali ini yang jadi korban adalah anak-anak. Serangan rudal Israel pada Minggu (13/7/2025) menghantam titik distribusi air di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah, ketika banyak anak-anak lagi ngantri ambil air bersih buat kebutuhan harian mereka.

Dilansir dari Reuters, serangan itu menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina, mayoritas anak-anak, dan bikin lebih dari 17 orang lainnya luka-luka. Yang lebih bikin hati nyesek, tempat yang kena rudal itu adalah satu dari sedikit titik air yang masih bisa diakses warga Gaza, di tengah krisis pasokan air bersih yang makin parah.

Militer Israel berdalih kalau rudal itu "salah sasaran" gara-gara malfungsi. Mereka bilang target sebenarnya adalah seorang militan Jihad Islam, sekutu Hamas, yang katanya berada di dekat lokasi. Tapi rudalnya malah nyasar "puluhan meter" dari target dan jatuh pas banget di titik air yang ramai warga, terutama anak-anak.

"IDF menyesalkan adanya korban jiwa bagi warga sipil yang tidak terlibat," kata IDF dalam pernyataan resminya. Saat ini mereka mengaku masih meninjau kejadian tersebut.

Dokter gawat darurat di RS Al-Awda, Ahmed Abu Saifan, mengonfirmasi kalau enam dari delapan korban tewas adalah anak-anak. Serangan ini pun menambah panjang daftar kekejaman yang dirasakan rakyat Gaza sejak perang pecah Oktober 2023 lalu.

Nggak cuma itu, beberapa jam setelah serangan pertama, rudal Israel kembali meluncur dan kali ini menghantam pasar di Gaza City. Total ada 12 orang tewas, termasuk seorang konsultan medis ternama, Ahmad Qandil.

Menurut data Kementerian Kesehatan Gaza, hingga kini lebih dari 58.000 orang tewas sejak perang dimulai. Dalam 24 jam terakhir aja, ada 139 korban jiwa. Dan parahnya, lebih dari separuh dari total korban adalah perempuan dan anak-anak.

Serangan rudal Israel yang menewaskan anak-anak Palestina di titik distribusi air Gaza menjadi bukti bahwa konflik ini semakin brutal dan menyasar warga sipil yang tak bersalah. Dalih salah sasaran tak bisa menghapus fakta bahwa korban utama dari perang panjang ini adalah perempuan dan anak-anak yang hanya ingin bertahan hidup.

Kondisi krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk. Akses terhadap air bersih, layanan medis, dan kebutuhan dasar makin terbatas. Dunia internasional dituntut untuk bersuara lebih keras dan mendorong gencatan senjata yang adil serta perlindungan terhadap warga sipil, terutama anak-anak.