Misi Axiom 4 Selesai, Astronaut Swasta Mulai Perjalanan Pulang dari ISS

Genvoice.id | 15 Jul 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Empat astronaut swasta dari misi Axiom Mission 4 (Ax-4) resmi mengakhiri misi mereka di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan memulai perjalanan kembali ke Bumi pada Senin (14/7).

Dilansir dari Antara, misi ini merupakan kolaborasi antara perusahaan antariksa swasta Axiom Space dan SpaceX, yang sekaligus menandai langkah maju dalam pengembangan pariwisata luar angkasa dan penerbangan sipil orbit rendah Bumi.

Wahana antariksa SpaceX Dragon yang mengangkut keempat awak tersebut melepaskan diri dari modul Harmony ISS pada pukul 07.15 waktu AS bagian Timur (18.15 WIB). Proses pelepasan ini menjadi penanda resmi berakhirnya keberadaan awak Ax-4 di laboratorium luar angkasa internasional. Dragon dijadwalkan mendarat di lepas pantai California, Amerika Serikat, pada Selasa (15/7) pagi waktu setempat.

Ax-4 diluncurkan dari Kennedy Space Center, Florida, pada 25 Juni 2025 menggunakan roket SpaceX Falcon 9 milik Elon Musk. Misi ini menjadi tonggak baru bagi penerbangan luar angkasa komersial yang memungkinkan lebih banyak negara dan institusi non-pemerintah untuk ikut terlibat dalam eksplorasi luar angkasa.

Empat astronaut yang terlibat dalam misi ini adalah Peggy Whitson, mantan astronaut NASA dan kini menjabat sebagai direktur penerbangan luar angkasa berawak di Axiom Space, Shubhanshu Shukla dari Organisasi Penelitian Antariksa India (ISRO), Slawosz Uznanski-Wisniewski, astronaut proyek dari Badan Antariksa Eropa (ESA) asal Polandia serta Tibor Kapu, astronaut dari program Hungarian to Orbit.

Selain mengangkut astronaut, kapsul Dragon juga membawa lebih dari 263 kilogram kargo, termasuk perangkat keras milik NASA dan data dari lebih dari 60 eksperimen ilmiah yang dilakukan selama mereka berada di ISS. Penelitian tersebut mencakup berbagai bidang seperti biologi, fisika, dan teknologi luar angkasa yang akan dianalisis lebih lanjut setelah pendaratan.

Keberhasilan misi Axiom 4 menjadi langkah penting dalam upaya memperluas akses dunia terhadap luar angkasa melalui jalur komersial. Ini juga membuka jalan bagi misi-misi mendatang yang melibatkan kolaborasi internasional, eksplorasi sains, serta pengembangan teknologi luar angkasa generasi baru.