Detik-Detik Terakhir Arya Daru Sebelum Tewas di Kos Elite Menteng: Istri Ungkap Pesan Terakhir!
JAKARTA, GENVOICE.ID - Diplomat Arya Daru Pangayunan ditemukan tewas di kos elite Menteng setelah menelepon istri dan mengaku sedang menunggu taksi pulang.
Kabar mengejutkan yang berasal dari kawasan Menteng. Arya Daru Pangayunan (39), seorang diplomat aktif di Kementerian Luar Negeri RI, ditemukan tak bernyawa di kamar kos elite Gondia International Guesthouse, Jakarta Pusat, Selasa (8/7) pagi.
Sebelum kejadian tragis itu, Arya sempat menghubungi sang istri, Meta Ayu, pada malam sebelumnya (7/7) sekitar pukul 21.00 WIB. Dalam percakapan terakhir itu, Arya bilang kalau dia sedang menunggu taksi untuk pulang ke kosan usai aktivitasnya di Grand Indonesia. Tapi sejak saat itu, HP Arya tidak bisa dihubungi lagi.
Arya memang dikenal sebagai sosok suami yang sangat dekat dan terbiasa saling update dengan istrinya.
"Kebiasaan mereka itu pasti ngabari satu sama lain mengenai keberadaan mereka, mau tidur, bangun tidur, dan sebagainya," cerita Meta Bagus, kakak ipar Arya.
Karena khawatir, Meta Ayu pun mencoba menghubungi penjaga kosan hingga tiga kali. Usaha pertama sekitar pukul 22.40 WIB ke nomor lama penjaga ternyata gagal karena tak aktif.
Di sisi lain, kamera CCTV menangkap aktivitas Arya masih sempat buang sampah sekitar pukul 23.25 WIB. Meta kembali mencoba hubungi nomor baru penjaga kos pada pukul 00.48 dini hari, lalu meminta kamar dicek.
Masih belum ada kejelasan, Meta menghubungi kembali pukul 05.27 WIB dan meminta penjaga kos membuka kamar secara paksa. Saat pintu dibuka sekitar pukul 07.30, tubuh Arya ditemukan sudah tak bernyawa, dengan wajah tertutup lakban kuning. Suasana mendadak berubah mencekam.
Polisi dari Polda Metro Jaya langsung turun tangan. Kasubbid Penmas, AKBP Reonald Simanjuntak, menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kematian Arya.
Menariknya, dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Bahkan sidik jari Arya teridentifikasi di lakban yang menutupi wajahnya, dan pintu kamar terkunci dari dalam.
Jenazah Arya kemudian dimakamkan keesokan harinya, Rabu (9/7), di Yogyakarta, kota tempat istri dan anaknya tinggal. Sang kakak ipar menyebut keluarga besar menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian.
"Saat ini proses dengan pihak berwajib kan masih jalan. Kita tunggu sama-sama ya hasilnya seperti apa nantinya," pungkas Bagus.
Kematian misterius Arya Daru Pangayunan di kosan elite Menteng masih menyisakan tanda tanya besar. Meskipun hasil awal penyelidikan tidak menunjukkan tanda kekerasan, publik terus menantikan kejelasan dari pihak kepolisian.
Pesan terakhir sang diplomat kepada istrinya pun jadi perbincangan hangat warganet. Semoga kasus ini segera terang benderang dan keluarga diberi kekuatan dalam menghadapi situasi sulit ini.