Ajak Anak Olahraga Bareng, Cara Jitu Ayah Bangun Ikatan Emosional
JAKARTA, GENVOICE.ID - Peran ayah dalam pengasuhan anak tak hanya soal kehadiran fisik, tetapi juga membentuk kekuatan mental, kecerdasan, dan ketangguhan emosi. Hal ini disampaikan oleh Psikolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Novi Poespita Candra, menanggapi semakin besarnya perhatian terhadap isu fatherless di Indonesia.
Menurut Novi, aktivitas fisik seperti bermain, berolahraga, atau melakukan tantangan sederhana bersama anak bisa menjadi kunci membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.
"Anak-anak yang sering beraktivitas fisik dengan ayahnya umumnya tumbuh lebih percaya diri, punya daya tahan fisik yang baik, dan mampu mengambil keputusan dengan matang," kata Novi saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Ia menambahkan, kegiatan bersama seperti itu tak hanya mempererat kedekatan secara fisik, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter dan daya pikir anak. Refleksi setelah melakukan aktivitas juga penting untuk mengasah nilai-nilai kehidupan dan mempererat hubungan emosional.
"Misalnya setelah berolahraga bersama, ayah bisa mengajak anak ngobrol tentang kerja sama, sportivitas, atau menghargai proses. Ini akan membentuk anak jadi pribadi yang tangguh," ujarnya, dikutip dariANTARA News, Selasa (15/7).
Lebih jauh, Novi juga menekankan pentingnya relasi sehat antara ayah dan ibu di hadapan anak. Cara seorang ayah memperlakukan ibunya akan memengaruhi cara anak menilai sosok ayah.
"Kalau anak melihat ayah memperlakukan ibu dengan hangat dan penuh rasa hormat, otomatis ia akan membangun respek terhadap ayah dan merasakan kehangatan dalam keluarga," jelasnya.
Fenomena fatherless, yakni tidak hadirnya peran ayah secara emosional maupun fisik dalam kehidupan anak, memang menjadi perhatian di Indonesia. Meski sang ayah masih ada secara fisik, banyak anak yang tumbuh tanpa keterlibatan aktif dari figur ayah.
Sebagai upaya menanggulangi hal tersebut, pemerintah melalui BKKBN menerbitkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 tentang Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Langkah ini menjadi simbol perubahan budaya pengasuhan yang selama ini didominasi ibu, menjadi lebih kolaboratif.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa gerakan tersebut merupakan bagian dari program cepat bernama Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
"Ini bagian dari perubahan budaya. Dulu pengasuhan identik dengan ibu, kini saatnya ayah ikut hadir dan aktif," tegas Wihaji.
Artikel Terkait
Artikel terkait tidak ditemukan.