Apa Itu Hydration Break di Piala Dunia 2026? Ini Penjelasannya

Genvoice.id | 15 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Piala Dunia 2026 menghadirkan sejumlah perubahan dibanding edisi-edisi sebelumnya. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penerapan hydration break atau jeda minum yang berlaku di setiap pertandingan tanpa pengecualian.

Jika sebelumnya jeda minum hanya diberikan dalam kondisi tertentu, seperti cuaca yang sangat panas atau tingkat kelembapan yang tinggi, kini FIFA mewajibkan aturan tersebut di seluruh laga Piala Dunia 2026. Pemain akan mendapatkan waktu sekitar tiga menit untuk beristirahat dan menghidrasi tubuh pada setiap babak, umumnya saat pertandingan memasuki menit ke-22.

Kebijakan ini berlaku di semua stadion, termasuk yang berada di wilayah dengan suhu relatif sejuk seperti Seattle maupun stadion yang menggunakan atap tertutup.

Menurut FIFA, penerapan hydration break merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi fisik para pemain selama turnamen berlangsung. Organisasi sepak bola dunia itu menilai kebutuhan hidrasi menjadi faktor penting, terutama setelah pengalaman sejumlah kompetisi internasional yang digelar dalam kondisi cuaca ekstrem.

Salah satu pertimbangan utama muncul dari pelaksanaan Piala Dunia Antarklub yang berlangsung di Amerika Serikat pada musim panas tahun lalu. Saat itu, sejumlah pemain mengeluhkan suhu yang sangat tinggi sehingga memengaruhi performa mereka di lapangan.

Gelandang Argentina dan Chelsea, Enzo Fernández, sempat mengungkapkan bahwa dirinya merasa sangat pusing saat bermain dalam cuaca yang menurutnya berbahaya. Kondisi tersebut bahkan membuat staf pelatih beberapa klub harus menyesuaikan program latihan.

Pelatih Chelsea saat itu, Enzo Maresca, dikabarkan mengurangi intensitas sesi latihan setelah adanya peringatan cuaca terkait suhu ekstrem di Philadelphia. Keluhan serupa juga datang dari pemain Atletico Madrid, Marcos Llorente, yang mengaku mengalami ketidaknyamanan akibat panas berlebih saat bertanding.

Meski tujuan utamanya adalah melindungi kesehatan pemain, aturan baru ini juga memunculkan perdebatan. Sebagian pengamat menilai keberadaan jeda minum membuat ritme pertandingan berubah dan terasa lebih mirip olahraga Amerika Utara yang menggunakan pembagian waktu ke dalam beberapa kuarter.

Selain itu, muncul pula kritik terkait potensi pemanfaatan hydration break sebagai ruang tambahan untuk penayangan iklan. Karena pertandingan berhenti selama beberapa menit, jeda tersebut dianggap membuka peluang komersial yang lebih besar bagi penyelenggara maupun pemegang hak siar.

Terlepas dari berbagai tanggapan yang muncul, FIFA menegaskan bahwa aspek kesehatan dan keselamatan pemain tetap menjadi alasan utama di balik penerapan hydration break secara permanen selama Piala Dunia 2026. Dengan jadwal pertandingan yang padat dan kondisi cuaca yang beragam di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, kebijakan ini diharapkan dapat membantu para pemain menjaga performa terbaik mereka sepanjang turnamen.