5 Amalan Malam 1 Muharram yang Dianjurkan, Lengkap dengan Doa Awal Tahun, Doa Akhir Tahun, dan Keutamaannya
JAKARTA, GENVOICE.ID - Malam 1 Muharram menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam karena menandai dimulainya tahun baru Hijriah. Selain sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, bulan Muharram juga termasuk salah satu bulan yang dimuliakan Allah SWT atau dikenal sebagai Asyhurul Hurum.
Karena memiliki keistimewaan tersendiri, banyak umat Muslim memanfaatkan malam pergantian tahun ini untuk memperbanyak ibadah dan memohon keberkahan. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan saat malam 1 Muharram.
1. Membaca Doa Awal Tahun Hijriah
Salah satu amalan yang umum dilakukan saat memasuki tahun baru Islam adalah membaca doa awal tahun. Doa ini biasanya dibaca sebanyak tiga kali setelah salat Magrib pada malam 1 Muharram sebagai bentuk permohonan perlindungan dan harapan agar tahun yang baru dipenuhi kebaikan.
Doa Awal Tahun
اَللّٰهُمَّ أَنْتَ الأَبَدِيُّ القَدِيمُ الأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ العَظِيْمِ وَكَرِيْمِ جُوْدِكَ المُعَوَّلُ، وَهٰذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، أَسْأَلُكَ العِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ، وَالعَوْنَ عَلَى هٰذِهِ النَّفْسِ الأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالاِشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُنِيْ إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
Latin:
Allâhumma antal abadiyyul qadîmul awwal. Wa 'alâ fadhlikal 'azhîmi wa karîmi jûdikal mu'awwal. Hâdzâ 'âmun jadîdun qad aqbal. As'alukal 'ishmata fîhi minas syaithâni wa auliyâ'ih, wal 'auna 'alâ hâdzihin nafsil ammârati bis sû'i, wal isytighâla bimâ yuqarribunî ilaika zulfâ, yâ dzal jalâli wal ikrâm.
Artinya:
"Ya Allah, Engkau adalah Tuhan Yang Maha Abadi, Maha Terdahulu, dan Maha Awal. Dengan karunia-Mu yang agung serta kemurahan-Mu yang mulia aku bersandar. Tahun baru ini telah datang, maka aku memohon kepada-Mu perlindungan dari godaan setan dan para pengikutnya. Aku juga memohon pertolongan-Mu untuk menghadapi hawa nafsu yang selalu mengajak kepada keburukan serta memohon agar Engkau membimbingku untuk melakukan berbagai hal yang dapat mendekatkanku kepada-Mu. Wahai Tuhan Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan."
2. Membaca Doa Akhir Tahun
Selain menyambut datangnya tahun baru, umat Islam juga dianjurkan melakukan evaluasi diri atas perjalanan hidup selama setahun terakhir. Salah satu bentuknya adalah membaca doa akhir tahun sebagai ungkapan penyesalan atas kesalahan yang pernah dilakukan sekaligus memohon ampunan kepada Allah SWT.
Doa Akhir Tahun
اَللّٰهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هٰذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوْبَتِيْ وَدَعَوْتَنِيْ إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِيْ عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِيْ وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثَّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِيْ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ
Latin:
Allâhumma mâ 'amiltu min 'amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî 'anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ 'alayya bi fadhlika ba'da qudratika 'alâ 'uqûbatî, wa da'autanî ilat taubati min ba'di jarâ'atî 'alâ ma'shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ 'amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa'attanî 'alaihits tsawâba, fa as'aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha' rajâ'î minka yâ karîm.
Artinya:
"Ya Allah, segala amal yang telah aku lakukan sepanjang tahun ini yang Engkau larang namun aku belum bertobat darinya, sementara Engkau tetap bersabar terhadapku dengan karunia-Mu meskipun Engkau mampu menghukumku, dan Engkau tetap memanggilku untuk bertobat setelah keberanianku melakukan kemaksiatan kepada-Mu. Maka aku memohon ampun kepada-Mu, ampunilah aku. Dan terhadap amal-amal yang telah aku lakukan yang Engkau ridhai serta Engkau janjikan pahala atasnya, aku memohon agar Engkau menerimanya dariku. Janganlah Engkau memutuskan harapanku kepada-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Pemurah."
3. Menjalankan Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Puasa sunnah pada bulan Muharram termasuk ibadah yang sangat dianjurkan. Bahkan dalam sebuah hadis disebutkan bahwa puasa terbaik setelah Ramadan adalah puasa yang dilakukan pada bulan Muharram.
Hadis Tentang Keutamaan Puasa Muharram
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya:
"Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu bulan Muharram. Sedangkan salat yang paling utama setelah salat wajib adalah salat malam.'" (HR Muslim)
Terdapat pula riwayat lain yang menjelaskan besarnya pahala puasa di bulan Muharram.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ كَأَنَّ لَهُ كَفَّارَةَ سَنَتَيْنِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا. (رواه الطبراني في الصغير وهو غريب وإسناده لا بأس به)
Artinya:
"Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: 'Barang siapa berpuasa pada hari Arafah maka baginya pahala yang dapat menghapus dosa selama dua tahun. Dan barang siapa berpuasa satu hari pada bulan Muharram, maka setiap satu hari puasanya akan mendapatkan pahala seperti tiga puluh hari berpuasa.'" (HR At-Thabarani)
4. Memperbanyak Sholawat dan Istighfar
Malam 1 Muharram juga bisa diisi dengan memperbanyak bacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW serta memperbanyak istighfar. Amalan ini menjadi salah satu cara untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu sekaligus berharap agar Allah SWT memberikan rahmat, perlindungan, dan petunjuk dalam menjalani tahun yang baru.
Selain mendatangkan pahala, memperbanyak dzikir juga dapat membuat hati menjadi lebih tenang dan meningkatkan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya.
5. Membaca Al-Qur'an dan Memperbanyak Amal Kebaikan
Membaca Al-Qur'an menjadi amalan yang dianjurkan kapan pun, termasuk saat malam pergantian tahun Hijriah. Membaca kitab suci tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membantu memperkuat keimanan dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.
Di samping itu, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjaga silaturahmi, bersedekah, serta berbuat baik kepada sesama. Dengan begitu, malam 1 Muharram dapat menjadi momentum untuk memulai lembaran baru dengan semangat memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah di hadapan Allah SWT.