Kemenkes Perkenalkan Label Nutri-Level, Imbauan Kesehatan yang Ada di Minuman Kemasan
JAKARTA, GENVOICE.ID - Kementerian Kesehatan RI mulai memperkuat kebijakan pelabelan nutrisi melalui program Nutri-Level sebagai upaya mendorong masyarakat menjalani pola hidup lebih sehat. Program ini juga ditujukan untuk menekan angka penyakit tidak menular (PTM) yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
Peluncuran program dilakukan melalui kerja sama lintas sektor bersama Lippo Mall, Universitas Pelita Harapan, dan Siloam Hospitals.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program Nutri-Level bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bagian dari gerakan nasional untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Menurut Budi, pemerintah menargetkan angka harapan hidup masyarakat meningkat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Selain itu, pemerintah juga ingin menaikkan usia hidup sehat masyarakat atau healthy life expectancy dari 60 tahun menjadi 65 tahun.
Ia menjelaskan salah satu cara mencapai target tersebut adalah dengan memberikan informasi nutrisi yang lebih mudah dipahami masyarakat, terutama terkait kandungan gula, garam, dan lemak dalam produk minuman siap saji.
Data The Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) 2023 menunjukkan penyakit tidak menular masih menjadi ancaman besar di Indonesia. Stroke tercatat menyebabkan lebih dari 337 ribu kematian, sementara penyakit jantung mencapai sekitar 264 ribu kasus kematian.
Selain itu, penyakit ginjal dan hipertensi juga menjadi masalah kesehatan serius dengan jumlah kasus yang terus meningkat.
Budi menilai perubahan pola konsumsi masyarakat harus dilakukan bersama-sama, termasuk melibatkan pelaku industri makanan dan minuman.
Ia menyebut program kesehatan tidak bisa hanya dijalankan pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar masyarakat lebih sadar terhadap apa yang mereka konsumsi setiap hari.
Program Nutri-Level sendiri menggunakan sistem pelabelan sederhana dengan kategori A hingga D. Label tersebut dibuat untuk membantu konsumen memahami kandungan gula, garam, dan lemak atau GGL dalam produk minuman kemasan maupun minuman siap saji.
Sebagai tahap awal penerapan, gerai Fore Coffee dan Xing Fu Tang di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, mulai menerapkan label Nutri-Level sejak 12 Mei 2026.
Sementara itu, President Universitas Pelita Harapan Stephanie Riady mengatakan sosialisasi program akan diperluas melalui jaringan pusat perbelanjaan di berbagai daerah.
Menurut dia, edukasi mengenai informasi nutrisi perlu hadir lebih dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari agar dapat mendorong perubahan gaya hidup yang lebih sehat secara berkelanjutan.
Stephanie menyebut informasi Nutri-Level nantinya akan disebarkan melalui media digital di jaringan mal yang tersebar di puluhan kota dan provinsi di Indonesia.