Jungkook BTS Jadi Target Hacker Internasional, Saham HYBE Rp90 Miliar Nyaris Dicuri
JAKARTA, GENVOICE.ID -Dunia hiburan Korea Selatan dihebohkan dengan kabar Jungkook BTS yang menjadi korban peretasan internasional.
Aksi nekat sindikat peretas ini bahkan menyasar aset finansial sang idola berupa saham HYBE senilai Rp90,7 miliar.
Berkat koordinasi ketat antara kepolisian Seoul dan ekstradisi tersangka dari Thailand, dalang di balik pencurian data pribadi ini akhirnya berhasil diringkus.
Simak kronologi lengkap bagaimana Jungkook menjadi target utama hacker dan cara HYBE menyelamatkan aset bernilai fantastis tersebut dari tangan pelaku.
Berikut adalah fakta-fakta penting terkait kasus peretasan tersebut:
1. Penangkapan dan Ekstradisi Pimpinan Sindikat
Pihak berwenang Korea Selatan berhasil memulangkan tersangka utama berinisial A, warga negara China berusia 40 tahun, dari Thailand pada 13 Mei 2026.
Tersangka diduga kuat memimpin organisasi peretas yang telah beroperasi sejak Agustus 2023 dengan membobol berbagai operator telekomunikasi dan perusahaan besar.
2. Modus Operandi: Pencurian Saham Milik Jungkook
Sindikat ini menggunakan data pribadi hasil curian untuk mengakses rekening keuangan para korban. Dalam aksinya, kelompok ini menargetkan tokoh-tokoh berpengaruh, termasuk Jungkook BTS.
Sekitar 8,4 miliar won atau setara Rp90,7 miliar dalam bentuk saham HYBE milik sang bintang dilaporkan sempat berpindah tangan secara ilegal.
3. Penyelamatan Aset oleh HYBE
Beruntung, kerugian besar tersebut berhasil dicegah. Pihak agensi, HYBE, bergerak cepat setelah mendeteksi aktivitas mencurigakan dengan membekukan seluruh transaksi terkait aset Jungkook. Langkah responsif ini memastikan bahwa aset sang artis tetap aman meskipun sempat dibobol.
4. Dampak Sosial dan Penyelidikan Lanjutan
Kepolisian Metropolitan Seoul menyatakan bahwa kasus ini memiliki dampak sosial yang masif karena korbannya mencakup kalangan eksekutif, praktisi hukum, hingga pesohor.
Hingga kini, polisi telah mengamankan 18 tersangka lainnya, sementara pimpinan sindikat lainnya (tersangka B) sudah lebih dulu diekstradisi tahun lalu dan kini sedang menjalani proses persidangan.
Keamanan data pribadi figur publik kembali menjadi isu krusial di tengah pesatnya kejahatan siber saat ini. Meski aset Jungkook berhasil diselamatkan, kasus ini menjadi peringatan keras bagi industri hiburan untuk memperketat proteksi aset digital mereka.
Penggemar pun berharap proses hukum terhadap para tersangka berjalan maksimal agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.