Ketua BPM FH UI Mundur di Tengah Skandal Grup Chat Pelecehan

Genvoice.id | 15 Apr 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Dampak kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia terus meluas dan kini mulai memakan "korban" di level struktural organisasi mahasiswa.

Di tengah tekanan publik yang semakin besar, Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FH UI 2026, Javier Hattaguna Hartawan, resmi mengundurkan diri dari jabatannya.

Keputusan ini diumumkan melalui akun resmi Instagram BPM FH UI dan langsung menjadi sorotan. Dalam pernyataannya, Javier menegaskan bahwa langkah mundur tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral atas situasi yang berkembang di lingkungan fakultas.

Ia tidak mencoba menghindar dari sorotan, justru memilih mengambil posisi yang jarang dilakukan: mundur demi meredam gejolak. Dalam narasinya, pengunduran diri ini juga ditujukan untuk menjaga stabilitas organisasi agar tetap berjalan di tengah situasi yang sensitif dan penuh tekanan.

Javier menekankan bahwa BPM FH UI harus tetap berpegang pada nilai etika, integritas, serta pedoman dasar organisasi. Di saat yang sama, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh civitas akademika atas kegaduhan yang terjadi selama masa jabatannya.

Langkah ini memperlihatkan bahwa kasus grup chat pelecehan tidak lagi sekadar isu internal atau percakapan privat yang bocor ke publik. Ia telah berkembang menjadi krisis kepercayaan yang berdampak langsung pada legitimasi organisasi mahasiswa.

Secara prosedural, posisi ketua BPM FH UI selanjutnya akan diisi oleh wakil ketua. Sementara itu, Javier memastikan bahwa seluruh proses administratif pengunduran dirinya akan diselesaikan dalam waktu maksimal 14 hari.

Peristiwa ini menandai satu hal penting: tekanan publik kini punya daya dorong nyata terhadap akuntabilitas, bahkan di level organisasi mahasiswa. Kasus ini bukan hanya soal pelaku dan korban, tetapi juga tentang bagaimana institusi merespons, bertanggung jawab, dan menjaga kepercayaan di tengah krisis.