Bukan Sekadar Kebaya, Ini 10 Fakta Tersembunyi RA Kartini Yang Bikin Takjub!
JAKARTA, GENVOICE.ID- Selama ini kalau kita mendengar nama Kartini, pasti yang langsung terlintas di pikiran adalah busana kebaya, sanggul anggun, dan perjuangan emansipasi wanita. Tapi tahu nggak sih Gen, kalau pahlawan nasional kita yang satu ini sebenarnya punya sisi kehidupan yang jauh lebih berwarna dan sangat modern pada zamannya. Kartini bukan cuma pejuang hak perempuan, tapi dia adalah sosok jenius yang punya banyak bakat tersembunyi yang mungkin nggak pernah kalian temukan di buku pelajaran sejarah sekolah. Bayangkan saja, di tengah keterbatasan zaman penjajahan, pemikirannya sudah melompat jauh ke depan melampaui tembok pingitannya yang tebal.
Kehebohan mengenai ide-idenya bener-bener menjadi bukti kalau dia adalah sosok visioner yang nggak cuma fokus pada satu bidang saja. Dari dunia seni rupa sampai urusan gaya hidup sehat, Kartini sudah memulai trennya sendiri sebelum hal itu menjadi viral seperti sekarang. Banyak orang yang nggak menyangka kalau di balik penampilannya yang lemah lembut, tersimpan semangat pemberontakan yang sangat kuat terhadap ketidakadilan dunia. Dia adalah sosok multitalenta yang bener-bener memanfaatkan setiap detik hidupnya untuk belajar dan menginspirasi orang lain lewat karya-karya nyatanya. Penasaran nggak sih apa saja hal-hal gokil yang dilakukan Kartini selain menulis surat-surat yang legendaris itu? Yuk, kita bedah satu-satu fakta menarik yang bakal bikin kalian makin bangga dan terinspirasi sama sosok legendaris dari Jepara ini!
-
Seorang Vegetarian Sejak Remaja
Siapa sangka kalau Kartini sudah menjalani gaya hidup sehat ini sejak umur 14 tahun? Dalam suratnya kepada Ny. RM Abendanon-Mandri pada 27 Oktober 1902, dia menulis: "Kami sekarang pantang makan daging. Sudah lama kami merencanakan itu, dan bahkan beberapa tahun saya hanya makan tanaman saja, tetapi tidak punya cukup keberanian susila untuk bertahan. Saya masih muda sekali, masih berusia 14, 15 tahun." Bagi Kartini, menjadi vegetarian adalah bentuk doa tanpa kata kepada Yang Maha Kuasa.
-
Pelopor Pendidikan Tanpa Pandang Bulu
Kartini bener-bener sadar kalau pendidikan adalah senjata paling ampuh buat melawan penjajah. Dia mendirikan sekolah wanita pada tahun 1903 bersama adiknya, Roekmini. Yang keren, sekolah ini terbuka buat siapa saja tanpa melihat status sosial atau kekayaan. Menurutnya, "pendidikan adalah jalan satu-satunya untuk mengubah pola pikir mereka, yakni penanaman kesadaran bahwa saat ini mereka tertindas, tanpa pendidikan mereka akan terus terjajah dan tidak menyadari bahwa diri mereka sebenarnya terbelenggu."
-
Penulis yang Hobi Pakai Nama Samaran
Kartini bener-bener produktif menulis catatan harian, puisi, sampai prosa. Tapi uniknya, dia sering pakai nama samaran karena nggak suka dipuji secara pribadi. "Benar-benar aku sebal, karena aku ingin tiada orang tahu kalau aku memainkan pena," katanya. Baginya, menulis adalah tugas sosial untuk meningkatkan derajat bangsanya. "Sebagai pengarang, aku akan bekerja secara besar-besaran untuk mewujudkan cita-citaku, serta bekerja untuk menaikan derajat dan peradaban rakyat kami."
-
Punya Bakat Melukis yang Tersembunyi
Nggak banyak yang tahu kalau Kartini punya bakat seni rupa. Salah satu karyanya yang terkenal adalah lukisan kecil bergambar empat ekor angsa yang sedang berenang. Dia merasa bakat ini adalah warisan dari leluhurnya di Jepara. Kartini pernah bercerita kalau anak-anak kecil di desanya pun sangat mahir menggambar wayang di mana saja, mulai dari pasir sampai tembok jembatan.
-
Pengusung Jurnalisme Progresif
Kartini ternyata sangat kritis terhadap media massa di zamannya. Dia paling sebal sama koran yang cuma kasih berita soal pencurian atau fitnah. Dia justru mendambakan jurnalisme yang menjadi "mingguan dan bulanan, dimana dimuat segala-galanya yang memperluas pengetahuan, memperkembangkan kecerdasan serta membersihkan kalbu."
-
Ahli Batik yang Risetnya Sampai ke Belanda
Meskipun keturunan ningrat, Kartini nggak malu buat membatik langsung. Dia belajar dari seorang pekerja bernama Mbok Dullah sejak umur 12 tahun. Kerennya lagi, Kartini melakukan riset mendalam soal seni batik. Karya tulisnya yang berjudul Handchrift Jepara bahkan sampai memikat hati ibu suri kerajaan Belanda, Gen!
-
Pencinta Fotografi yang Visioner
Kartini sangat suka kalau ada momen ayahnya mengambil foto di desa-desa. Dia punya impian pengen punya kamera sendiri biar bisa bebas memotret kehidupan rakyatnya. Menurutnya, foto-foto tersebut bisa membuka mata orang Eropa tentang kondisi asli pribumi yang sebenarnya.
-
Penyuka Musik Tradisional dan Modern
Kartini sangat menyukai gamelan, terutama gending Ginonjing. Dia merasa musik gamelan bisa membawanya kembali ke masa kejayaan bangsanya. Tapi di sisi lain, dia juga jatuh cinta sama piano dan sering menyempatkan diri buat datang ke konser musik barat di Semarang.
-
Sangat Terpukau dengan Kereta Api
Meski sepanjang hidupnya cuma sekali naik kereta api, Kartini bener-bener girang luar biasa. Dia menganggap kereta api sebagai simbol kemajuan yang sangat cepat. "Sekarang, kami terbang dengan sebuah badai di atas jalan besi itu," tulisnya penuh semangat saat menceritakan pengalamannya kepada teman-temannya.
-
Penentang Keras Feodalisme dan Kolonialisme
Kartini bener-bener menolak gelar bangsawannya karena menurutnya semua orang itu setara. "Panggil aku Kartini saja-itulah namaku," tulisnya kepada Estella Zeehandelaar. Dia juga sangat berani mengkritik orang Belanda yang cuma mau menguras kekayaan alam Indonesia. Dia bangga banget kalau bisa berdiri sebarisan dengan rakyatnya. "Aku sangat bangga, Stella, disebut dengan satu nafas dengan rakyatku."