Tottenham Tunjuk Igor Tudor Jadi Pelatih Interim, Sinyal Keras untuk Thomas Frank
JAKARTA, GENVOICE.ID - Tottenham Hotspur resmi menunjuk Igor Tudor sebagai pelatih interim hingga akhir musim. Keputusan ini diumumkan setelah klub memecat Thomas Frank di tengah performa buruk tim di Liga Inggris.
Direktur olahraga Spurs, Johan Lange, menjelaskan alasan penunjukan pelatih asal Kroasia tersebut. Menurutnya, klub membutuhkan sosok yang mampu membawa dampak cepat dalam situasi sulit, sekaligus menstabilkan performa tim menjelang penutupan musim.
Tottenham saat ini berada di papan bawah klasemen Premier League dan hanya terpaut beberapa poin dari zona degradasi. Situasi ini membuat manajemen bergerak cepat mencari solusi jangka pendek sebelum menentukan pelatih permanen di musim panas nanti.
Tudor datang dengan pengalaman melatih sejumlah klub Eropa. Ia sempat menangani Juventus awal musim ini, serta memiliki rekam jejak di Marseille dan Galatasaray. Spurs berharap pengalamannya menghadapi tekanan tinggi bisa membantu tim bangkit dalam waktu singkat.
Dalam pernyataan resminya, Lange menegaskan target utama klub. Tudor diminta menghadirkan stabilitas, memaksimalkan potensi skuad, dan menjaga daya saing tim di sisa kompetisi domestik maupun Eropa. Pernyataan ini dinilai sebagai sindiran halus terhadap era Frank yang dianggap kurang memberikan konsistensi.
Frank sendiri baru bergabung dari Brentford pada musim panas lalu, menggantikan Ange Postecoglou. Namun perjalanan singkatnya di London Utara berakhir cepat setelah rentetan hasil negatif yang membuat posisi tim terpuruk.
Selama ditangani Frank, gaya bermain Tottenham kerap dikritik terlalu hati-hati dan kurang agresif. Ketika menghadapi tekanan, tim dinilai gagal menunjukkan karakter kuat. Hal ini menjadi salah satu faktor utama di balik pergantian pelatih di tengah musim.
Penunjukan Tudor sekaligus membuka babak baru bagi Spurs. Selain mengejar hasil instan, klub juga mulai menyiapkan proses pencarian pelatih permanen yang disebut akan melibatkan sejumlah kandidat top Eropa.
Kini, fokus utama Tottenham adalah menjauh dari ancaman degradasi dan menutup musim dengan lebih kompetitif. Keputusan memilih Igor Tudor bukan hanya langkah darurat, tetapi juga sinyal bahwa Spurs ingin mengubah arah tim secara cepat setelah periode sulit di bawah Thomas Frank.