Bobotoh Serbu Akun Persija Setelah Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award, Benarkah Ada Tanda Dengki?

Genvoice.id | 14 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Kabar masuknya Rizky Ridho dalam daftar nominasi Puskas Award 2025 membuat lini masa sepak bola Indonesia bergerak serempak.

Gol jarak jauhnya ke gawang Arema FC pada Liga 1 musim 2024/2025 bukan hanya memukau publik, tetapi juga mengantarkannya ke panggung penghargaan gol terbaik dunia.

Yang terjadi setelahnya cukup di luar kebiasaan rivalitas sepak bola tanah air. Para pendukung Persib Bandung, Bobotoh, justru datang berbondong-bondong menuju akun Instagram Persija Jakarta untuk memberikan dukungan. Situasi ini muncul setelah Persija mengunggah tutorial cara memberikan vote untuk Rizky Ridho di Puskas Award.

Mulai Jumat, 14 November 2025, kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi seruan dukungan dari Bobotoh. Mereka mengesampingkan rivalitas klasik Persib-Persija demi satu tujuan: mendorong pemain Indonesia masuk ke panggung penghargaan internasional.

Komentar-komentar dukungan berdatangan, mulai dari "Vote RR, salam dari bobotoh" hingga "Bonjovi siap vote". Ada juga yang langsung mengabarkan bahwa mereka telah memberikan dukungan untuk sang kapten Persija. Di antara identitas klub yang biasanya menjadi sekat, kebanggaan atas nama Indonesia menjadi simpul pertemuan.

Momen ini terasa semakin menarik karena berlangsung di tengah rivalitas yang selama ini dikenal keras. Namun kali ini, Bobotoh memilih berada di barisan yang sama dengan The Jakmania. Mereka membanjiri kolom komentar dengan simbol-simbol dukungan dan pernyataan bangga atas pencapaian Ridho.

Gol yang membawa Rizky Ridho masuk nominasi Puskas Award tercipta pada 3 Maret 2025. Dalam laga Persija melawan Arema FC, Ridho melakukan overlapping dari lini belakang, menerima umpan dari Ryo Matsumura di sisi kiri, lalu melepaskan tendangan jarak jauh dari area tengah lapangan. Bola melengkung melewati jangkauan Lucas Frigeri dan bersarang di pojok atas gawang. Tendangan itu langsung menjadi sorotan nasional dan kini ikut bersaing di tingkat dunia.

Di tengah panasnya persaingan klub, dukungan dari Bobotoh menjadi pengingat bahwa ada saat-saat ketika kebanggaan sebagai penonton sepak bola Indonesia jauh lebih besar daripada rivalitas. Pada momentum inilah, mereka memilih berada di barisan yang sama demi satu gol yang mampu mengangkat nama Indonesia.