8 Merek Air Kemasan Bongkar Sumber Asli Air Mereka di DPR, Mana yang Benar-Benar dari Pegunungan?

Genvoice.id | 14 Nov 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Delapan produsen air minum dalam kemasan akhirnya buka suara soal asal air yang mereka gunakan.

Seluruh penjelasan disampaikan langsung dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI dan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan.

Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, menekankan pentingnya keterbukaan dari industri AMDK. Ia meminta produsen menyampaikan asal bahan baku secara jujur dan apa adanya, mengingat isu mengenai sumber air belakangan kembali ramai dibahas publik.

Berikut rangkuman sumber air dari delapan produsen AMDK yang hadir dalam pertemuan tersebut.

1. Aqua - Air dari Pegunungan, Bukan Sumur Ratusan Meter

Setelah ramai disebut memakai air dari sumur dalam, pihak Aqua akhirnya merespons. Corporate Secretary PT Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menegaskan bahwa Aqua tetap menggunakan sumber air pegunungan. Lokasi pengambilan air juga dipilih melalui studi hidrogeologi yang ketat untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan sumbernya.

2. Cleo - Air Tanah Dalam dari Berbagai Wilayah

Produsen Cleo, PT Sariguna Primatirta Tbk, menyebut bahan baku air minum mereka berasal dari air bawah tanah dalam. Perusahaan memiliki pabrik di banyak daerah, mulai Sumatra hingga Sulawesi, dan seluruh sumber airnya diambil dari lapisan tanah dalam.

3. Le Minerale - Air dari Tanah Dalam di Area Pegunungan

Le Minerale lewat Johan Muliawan, Direktur External Affairs & Regulatory PT Mayora Indah Tbk, menjelaskan bahwa air untuk produknya berasal dari tanah dalam. Sumber air tersebut berada di kawasan pegunungan yang dinilai memiliki karakteristik mineral alami.

4. Pristine - Mata Air Pegunungan Gunung Pangrango

PT Super Wahana Tehno menegaskan bahwa Pristine tidak memakai air tanah dalam. Mereka mengambil air langsung dari mata air yang mengalir dari Gunung Pangrango, sehingga prosesnya mengikuti aliran air alami dari pegunungan.

5. RON 88 - Mata Air Gunung Mandalawangi

RON 88 memastikan sumber airnya berasal dari mata air pegunungan, tepatnya di Gunung Mandalawangi, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Perwakilan perusahaan, Dewi, menjelaskan bahwa mereka tidak melakukan pengeboran, sehingga aliran air benar-benar mengikuti sumber aslinya.

6. Amidis - Air Tanah Dalam yang Disuling

PT Amidis Tirta Mulia menjelaskan bahwa produk Amidis menggunakan air bawah tanah dalam yang kemudian melalui proses penyulingan. Mereka tidak mengklaim berasal dari pegunungan, dan menekankan proses distilasi sebagai metode utama memastikan kejernihan air.

7. Al Ma'soem - Air Kaki Gunung Manglayang

Produsen Al Ma'soem mengungkapkan bahwa air mereka berasal dari kaki Gunung Manglayang di Kabupaten Bandung Barat. Pengemasan dilakukan dekat dengan lokasi mata air demi menjaga kualitas alami air sebelum masuk ke botol.

8. Le Yasmin - Air Tanah Sumur Dalam 120 Meter

PT Jaya Lestari Sejahtera, produsen Le Yasmin, menyebut mereka menggunakan air tanah dari sumur dalam. Kedalamannya sekitar 120 meter di bawah permukaan tanah, lapisan yang dinilai lebih stabil dan terlindungi dari kontaminasi.

Pertemuan ini menjadi momen bagi publik untuk melihat langsung bagaimana setiap produsen mengambil sumber airnya. Transparansi ini menjadi perhatian utama DPR, terutama di tengah meningkatnya minat konsumen untuk mengetahui asal-usul air yang mereka konsumsi setiap hari.