Zoe Saldaña Ingin James Cameron Buat Dokumenter Film ‘Avatar’ Tentang Akting Digital di Balik Layar

Genvoice.id | 14 Oct 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktris Zoe Saldaña berharap publik bisa memahami lebih dalam tentang kerja keras dan keahlian di balik akting digital dalam film-film "Avatar" garapan James Cameron.

Dalam wawancaranya bersama Alicia Keys untuk acara Beyond Noise, Saldaña mengungkapkan bahwa Cameron "sedang mempertimbangkan untuk membuat dokumenter tentang proses pembuatan Avatar - yang akhirnya memberi kami kesempatan untuk menjelaskan secara detail mengapa performance capture adalah bentuk akting yang paling memberdayakan."

Pemeran Neytiri dalam film "Avatar" (2009) dan "Avatar: The Way of Water" (2022) itu menegaskan pentingnya dokumenter tersebut agar publik memahami bahwa para aktor berperan sepenuhnya dalam performa karakter di layar. "Teknologi ini memberi kami kemampuan untuk memiliki 100 persen hasil akting kami di layar," ujarnya.

Saldaña menjelaskan bahwa akting digital - atau yang dikenal dengan istilah motion capture - sangat berbeda dengan pengisian suara animasi biasa. "Dalam animasi, kamu mungkin hanya datang beberapa kali ke studio untuk mengisi suara. Tapi motion capture berarti 'Avatar' tidak akan ada tanpa kami - Sigourney Weaver, Sam Worthington, Stephen Lang, Kate Winslet, saya sendiri, dan seluruh pemain - yang mengenakan pakaian dengan titik-titik sensor di wajah dan tubuh kami," katanya.

Ia menggambarkan proses syutingnya sebagai pengalaman unik: "Kami mengenakan pakaian khusus penuh sensor dan masuk ke 'volume' - area yang dipenuhi kamera di segala arah untuk menangkap setiap gerakan kami dan mengubahnya menjadi karakter di dunia Pandora."

Selama ini, Saldaña dikenal sebagai pembela utama akting digital. Ia bahkan pernah menyinggung Academy Awards karena tidak mengakui kategori akting tersebut. Meski Oscar rutin memberi penghargaan untuk efek visual, para aktor di balik karakter CGI jarang mendapat apresiasi.

"Butuh waktu rata-rata tujuh tahun di antara setiap film Avatar," ujarnya. "Kami berlatih memanah, bela diri, menyelam bebas, hingga bisa menahan napas lebih dari lima menit. Kami juga belajar bahasa yang diciptakan Cameron dan berlatih berjalan seperti spesies manusia luar angkasa. Semua itu kami lakukan bersama para pemeran pengganti luar biasa agar karakter kami terlihat hidup."

Menurutnya, teknologi Cameron memberi para aktor kekuatan penuh atas penampilan mereka. "Dengan teknologi yang Jim ciptakan, dia memberi seniman kekuasaan untuk memiliki sepenuhnya karyanya. Itu luar biasa," kata Saldaña.

Film "Avatar" pertama memenangkan tiga Oscar, termasuk sinematografi terbaik, efek visual terbaik, dan arahan artistik terbaik. Saldaña akan kembali memerankan Neytiri dalam "Avatar: Fire and Ash", yang dijadwalkan tayang di bioskop pada 19 Desember 2025.