Ungkap Fakta Baru, Ruben Onsu Unggah Pengakuan Saksi Mata soal Kasus TPKS Betrand Peto: Duga Korban Terbentur Meja Saat Mengamuk
JAKARTA, GENVOICE.ID -Presenter kondang Ruben Onsu akhirnya membongkar rekaman kesaksian dari para pegawai kelab malam di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, yang menjadi lokasi dugaan tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) melibatkan putranya, Betrand Peto.
Melalui serangkaian unggahan di media sosial, pihak keluarga menghadirkan pengakuan dua petugas server untuk meluruskan duduk perkara sekaligus membantah tudingan pelecehan yang di alamatkan kepada sang penyanyi muda.
Di tengah proses hukum yang berjalan, kesaksian dari para saksi mata di tempat kejadian ini memberikan sudut pandang baru yang bertolak belakang dengan versi pihak pelapor.
Pengakuan Petugas Server: Jakaria dan Revi
Ruben Onsu mempublikasikan pengakuan langsung dari dua pegawai tempat karaoke, yakni Jakaria dan Revi, guna meredam simpang siur informasi.
Jakaria mengaku sebagai pihak yang membawa tiga perempuan untuk menemani Betrand bersama rekan-rekannya di dalam room. Awalnya, suasana terpantau menikmati hiburan dengan lancar tanpa ada kejanggalan.
Sesaat setelah keluar ruangan, Jakaria mendapati salah satu perempuan menangis tanpa alasan yang jelas, yang kemudian memicu kemarahan rekan korban, dijuluki "kuping berdarah", hingga terlibat adu mulut dengan teman Betrand.
Saksi menduga perempuan tersebut berada dalam pengaruh alkohol dan menolak memberi penjelasan, bahkan sempat mengancam akan memviralkan kejadian tersebut.
Baik Jakaria maupun Revi dengan tegas membantah adanya tindakan pemerkosaan atau pelecehan seksual, mengingat kondisi ruangan dipenuhi sekitar lima orang serta terdapat petugas yang berjaga. Mengenai luka lebam dan benturan di hidung pelapor, saksi menduga hal itu terjadi akibat korban tidak sengaja terbentur meja saat diamankan dalam kondisi mengamuk.
Langkah Lanjutan dan Konfirmasi Polisi
Ruben Onsu menegaskan bahwa dirinya tidak akan menutup-nutupi fakta yang ada dan meminta publik untuk bersabar menunggu proses hukum yang transparan.
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto telah mengonfirmasi laporan yang diterima pada Sabtu (12/9) terkait anak angkat dari publik figur berinisial RSO tersebut.
Kesaksian dari para pegawai kelab malam ini memperlihatkan sisi lain dari insiden yang menyeret nama Betrand Peto ke ranah hukum. Bagaimana tanggapan Gen terhadap kesaksian para petugas server yang membantah adanya dugaan pelecehan tersebut? Sampaikan pendapat kamu di kolom komentar!