Hansaplast Gelar First Aid Conference 2026, Bahas Cara Tepat Rawat Luka hingga Cegah Scar

Genvoice.id | 14 Sep 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Perawatan luka tidak cukup hanya dilakukan sampai luka tertutup.

Proses pemulihan perlu diperhatikan secara menyeluruh untuk membantu mencegah munculnya bekas luka atau scar.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam First Aid Conference (FAC) 2026 yang digelar Hansaplast di Fairgrounds SCBD, Jakarta, Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema Complete Wound Care: Comprehensive Management of Acute Wounds and Scar Therapy, konferensi ini membahas penanganan luka mulai dari tahap awal hingga perawatan bekas luka.

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari bidang kesehatan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya penanganan luka secara tepat. Beberapa narasumber yang hadir di antaranya Dr. apt. Lusy Noviani, Kevin Ben RPh, Apt, Ph, BCMTMS, MPharm, Cherbs, dr. Pipim Septiana Bayasari Yudho Purwono, Sp.DVE, dan dr. Ulul Albab, Sp.OG.

Selain para tenaga kesehatan, acara tersebut turut dihadiri Vivillya Lukman selaku BU Health Care Director Beiersdorf. Pembukaan FAC 2026 disampaikan oleh Sawan Malik, President Director Beiersdorf Indonesia.

Sawan Malik mengatakan FAC 2026 menjadi bagian dari upaya Hansaplast dalam memperluas edukasi mengenai perawatan luka kepada masyarakat. Menurutnya, pengetahuan yang tepat dapat membantu masyarakat mengambil langkah yang lebih baik ketika menghadapi luka.

"Kami juga sangat bangga dengan kemitraan yang kami bangun melampaui tahun ini. Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk membawa pendidikan perawatan luka lebih dekat lagi kepada masyarakat di seluruh Indonesia dan menjangkau komunitas yang selalu berpindah-pindah," ujar Sawan Malik dalam acara tersebut.

Dalam sesi diskusi, para narasumber membahas berbagai aspek perawatan luka, termasuk pemilihan produk yang sesuai, peran apoteker dalam memberikan konseling, perlindungan luka setelah tertutup, hingga langkah untuk membantu mencegah terbentuknya scar.

Dr. apt. Lusy Noviani menekankan bahwa pemilihan produk perawatan luka dan konsultasi dengan apoteker menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Penanganan yang tepat sejak awal dinilai dapat membantu proses penyembuhan luka secara lebih optimal.

Pembahasan mengenai scar juga menjadi perhatian dalam FAC 2026. Luka yang sudah tertutup bukan berarti proses penyembuhan telah sepenuhnya selesai. Perawatan setelah luka menutup tetap diperlukan karena jaringan kulit masih menjalani proses pemulihan.

Melalui FAC 2026, Hansaplast turut mendorong peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pertolongan pertama dan perawatan luka. Edukasi tersebut mencakup penanganan luka akut hingga perhatian terhadap kondisi kulit setelah luka sembuh.