Ramai di Internet Video Prabowo Ditayangkan di Bioskop, Ini Penjelasan Istana
JAKARTA, GENVOICE.ID - Jagat maya heboh dengan beredarnya video Presiden Prabowo Subianto yang ditayangkan sebelum pemutaran film di sejumlah bioskop. Tayangan tersebut menampilkan Prabowo memaparkan sejumlah program pemerintah, mulai dari Koperasi Makan Bergizi Gratis (MBG), program Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat. Potongan video itu pun viral di Instagram dan TikTok, memancing berbagai reaksi dari masyarakat.
Menanggapi hal ini, pihak Istana akhirnya buka suara. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menilai penggunaan media publik seperti bioskop sah-sah saja, selama tidak melanggar aturan ataupun mengganggu kenyamanan penonton. "Tentunya sepanjang tidak melanggar aturan, tidak mengganggu kenyamanan, maka penggunaan media publik untuk menyampaikan sebuah pesan adalah hal yang lumrah," jelas Prasetyo kepada wartawan, dikutip dari Kompas, Minggu (14/9).
Video yang diputar tersebut menampilkan Prabowo dalam berbagai kegiatan, termasuk momen blusukan untuk menjumpai warga dan anak-anak yang menjadi penerima manfaat program pemerintah. Dalam salah satu bagian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta gizi masyarakat sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.
Meski begitu, fenomena ini menuai beragam komentar. Sebagian masyarakat menganggap penayangan video di bioskop sebagai cara kreatif pemerintah mendekatkan diri kepada publik, khususnya generasi muda yang kerap menghabiskan waktu di layar lebar. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan urgensi penayangan video tersebut di ruang hiburan, karena dianggap bisa mengganggu pengalaman menonton.
Fenomena komunikasi politik melalui media hiburan sendiri bukan hal baru. Di beberapa negara, pemerintah memang memanfaatkan ruang-ruang publik non-formal, seperti stadion, transportasi umum, hingga bioskop, untuk menyampaikan pesan kebijakan. Strategi ini dianggap efektif menjangkau khalayak yang lebih luas dibandingkan sekadar melalui media berita.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak bioskop terkait kesepakatan atau regulasi yang mengatur pemutaran video tersebut. Namun, publik menanti kepastian lebih lanjut, mengingat isu ini menyangkut batas antara ruang informasi publik dan kenyamanan hiburan.
Terlepas dari pro dan kontra, video viral Prabowo di bioskop menunjukkan bagaimana ruang komunikasi politik di era digital semakin melebur dengan ruang hiburan. Pertanyaannya kini, apakah strategi seperti ini akan menjadi pola baru dalam sosialisasi program pemerintah ke depan?