Maluku Hadirkan Replika Rumah Laksamana Maeda di Ambon, Kenalkan Sejarah Proklamasi ke Generasi Muda

Genvoice.id | 14 Aug 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Pemerintah Provinsi Maluku menghadirkan replika rumah Laksamana Tadashi Maeda di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Replika tersebut dibuat untuk menghadirkan kembali salah satu momen penting dalam sejarah perumusan teks Proklamasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Juru Bicara Pemprov Maluku sekaligus Wakil Ketua Panitia HUT ke-81 RI di Maluku, Kasrul Selang, mengatakan pemilihan rumah Laksamana Maeda sebagai tema peringatan tahun ini memiliki tujuan edukatif. Rumah tersebut dikenal sebagai lokasi perumusan naskah Proklamasi pada 16 Agustus 1945.

"Tema HUT RI kali ini di Ambon menggunakan replika rumah Laksamana Maeda adalah untuk mengingat sejarah di mana naskah teks Proklamasi dirumuskan, sehingga untuk memperkenalkan kepada generasi muda bagaimana naskah teks Proklamasi itu dirumuskan hingga mencapai kemerdekaan Indonesia," kata Kasrul di Ambon, Selasa (11/8/2026).

Menurut Kasrul, replika tersebut tidak sekadar menjadi dekorasi dalam perayaan kemerdekaan. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi media pembelajaran sejarah yang membantu masyarakat memahami proses dan perjuangan di balik lahirnya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Peringatan HUT ke-81 RI di Maluku tahun ini mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur". Kasrul menyebut tema tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebangsaan sekaligus mengingat kembali nilai perjuangan yang dapat dikaitkan dengan tantangan pembangunan Indonesia saat ini.

Replika Rumah Laksamana Maeda Dibuat Lebih Sederhana

Desainer replika rumah Laksamana Maeda, Calleb Ang, menjelaskan konsep yang digunakan mengangkat suasana menjelang detik-detik Proklamasi. Selain bentuk rumah, desain tersebut dilengkapi teks Proklamasi serta gambaran Soekarno dan Mohammad Hatta.

"Untuk desain kali ini kita mengambil tema detik-detik Proklamasi. Kita terinspirasi dari kisah Soekarno dan Hatta bersama-sama menyusun teks Proklamasi," ujar Calleb.

Replika yang berada di Lapangan Merdeka Ambon tersebut terinspirasi dari rumah Laksamana Maeda di Jakarta Pusat. Bangunan aslinya menjadi lokasi Soekarno, Mohammad Hatta, dan sejumlah tokoh lainnya merumuskan naskah Proklamasi pada malam 16 Agustus 1945.

Meski mengambil inspirasi dari bangunan bersejarah tersebut, replika di Ambon tidak dibuat dengan ukuran dan struktur yang sama persis. Calleb mengatakan desain disederhanakan dengan mempertimbangkan kondisi lokasi serta ketinggian bangunan.

"Kalau aslinya sebenarnya dua lantai, tetapi kita bikin dengan konsep yang lebih sederhana. Kita menyesuaikan dengan ketinggian dan lokasi, tetapi secara garis besar bentuknya tetap terbaca," jelasnya.

Proses desain dan pembuatan replika tersebut memakan waktu sekitar tiga minggu. Sementara itu, pemasangan replika di Lapangan Merdeka Ambon membutuhkan waktu sekitar lima hari.

Jadi Media untuk Mengenalkan Sejarah

Calleb mengatakan teks Proklamasi sengaja ditempatkan sebagai salah satu elemen penting dalam desain. Menurutnya, unsur tersebut dapat membantu generasi muda kembali mengenal peristiwa sejarah yang melatarbelakangi kemerdekaan Indonesia.

"Harapannya karena banyak sekali anak-anak muda atau generasi sekarang yang bahkan mungkin sudah tidak tahu sejarah, tidak tahu cerita ini, tidak tahu bahwa ada kisah dan perjuangan orang-orang yang memberikan pikirannya untuk kemerdekaan Indonesia," tuturnya.

Selain replika rumah, tampilan di lokasi juga memuat visual Soekarno dan Mohammad Hatta yang dikenal sebagai tokoh yang membacakan teks Proklamasi pada 17 Agustus 1945. Berbagai elemen tersebut dirancang untuk menggambarkan rangkaian peristiwa menjelang lahirnya kemerdekaan Indonesia.

Melalui replika tersebut, Pemprov Maluku berupaya menyajikan sejarah dalam bentuk visual yang lebih dekat dengan masyarakat. Kehadirannya di tengah rangkaian peringatan HUT ke-81 RI diharapkan dapat membuat generasi muda lebih mengenal proses perumusan Proklamasi sekaligus memahami perjuangan para tokoh di balik kemerdekaan Indonesia.