Wanita di Purwakarta Tewas Tragis, Ayah Korban Sebut Laporannya Tak Digubris Polisi

Genvoice.id | 14 Aug 2025

JAKARTA, GENVOICE.ID - Ada kabar mengejutkan dari Purwakarta, Jawa Barat. Seorang wanita bernama Dea Permata Karisma (27) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya. Dea ditemukan bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk.

Yang bikin heboh, ternyata sebelum kejadian tragis ini, Dea sudah berbulan-bulan diteror dan diancam dibunuh lewat pesan WhatsApp.

Teror Berbulan-bulan yang Tak Ditanggapi Polisi

Orang tua korban, Sukarno dan Yuli Ismawati, mengungkap fakta yang bikin miris. Menurut mereka, Dea sudah diancam selama tiga bulan berturut-turut. Bahkan, pelaku teror sempat nekat masuk ke dalam rumah.

"Pernah cerita, sempat diancam berturut-turut selama tiga bulan. Bahkan orang itu sempat masuk ke dalam rumah juga dipergoki oleh pembantu, pas itu langsung kabur," kata Sukarno.

Lebih tragisnya lagi, ancaman ini ternyata sudah dilaporkan ke polisi, tapi tidak ada tindak lanjut. Ibu Dea, Yuli, dengan tangisnya menceritakan, "Sudah lapor Babinsa, sampai ke Polsek Jatiluhur, tapi engga ada yang datang."

Keterangan ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan, mengapa laporan teror yang mengancam nyawa tidak ditanggapi serius.

Kronologi Penemuan Jasad Dea

Dea ditemukan pertama kali oleh pembantunya di kediamannya di Komplek PJT II Blok D pada Selasa siang. Pagi harinya, Dea sempat menyapa tetangganya, Salbiah.

"Tadi sekitar jam 10 pagi, saya mau beli sayur. Bu Dea juga keluar, kayaknya mau belanja. Jam 11 siang, kami pulang hampir bersamaan," ujar Salbiah.

Tetangga terakhir melihat Dea sedang makan dan buru-buru masuk ke rumah karena mau hujan.

Tidak lama setelah itu, pembantu Dea berteriak histeris, "Ibu-ibu, Bu Dea dibunuh." Warga yang mendengar langsung bergegas ke rumah korban.

Namun, Salbiah dan warga lainnya tidak berani masuk karena sudah melihat jejak darah di depan pintu dapur.

"Saya mau masuk, tapi di depan pintu ke dapur sudah ada jejak darah. Saya enggak berani lanjut, takut," tambahnya.

Polisi Terjun Langsung ke Lokasi Kejadian

Menanggapi kasus ini, Kapolres Purwakarta, AKBP I Putu Dewa Gede Anom Jaya, menegaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan.

"Hari ini, Selasa, kami tim identifikasi dari Polres Purwakarta melakukan olah TKP di rumah yang ditemukan perempuan dalam kondisi meninggal dunia," ucapnya. Polisi juga akan melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan. Semoga polisi dapat segera mengungkap kasus ini dan pelaku bisa ditangkap.