Dinilai Terus Ganggu Pelayaran Internasional di Selat Hormuz, AS Siap Menyerang Kembali Puluhan Lokasi Militer Iran

Genvoice.id | 14 Jul 2026

 

 

ISTANBUL, GENVOICE.ID -Dalam upaya melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran internasional di Selat Hormuz, Amerika Serikat (AS) menuntaskan gelombang baru serangan terhadap Iran dengan menargetkan puluhan lokasi militer

Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Anadolu, Senin (13/7), Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengatakan operasi tersebut menghantam puluhan target di berbagai lokasi dengan amunisi berpemandu presisi, sebagai bagian dari upaya mengurangi kemampuan Iran untuk mengancam lalu lintas maritim di jalur perairan yang strategis tersebut.

Menurut CENTCOM, pasukan AS menargetkan sistem pertahanan udara Iran, lokasi radar pantai, kemampuan rudal dan drone, serta kapal-kapal kecil menggunakan pesawat tempur, kapal perang, drone udara sekali pakai (one way attack aerial drones), dan untuk pertama kalinya, drone laut serang sekali pakai (one way attack sea drones).

"Selat Hormuz merupakan koridor maritim yang sangat penting bagi perdagangan global. Iran tidak menguasainya," kata CENTCOM.

CENTCOM menambahkan bahwa pasukan AS berada dalam posisi siap dan siaga untuk memastikan kebebasan bernavigasi tetap terjamin bagi kapal-kapal komersial, meskipun Iran terus melakukan agresi, intimidasi, ancaman, dan pernyataan sepihak tanpa alasan.

Adapun pada Juni lalu, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang pecah pada akhir Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai yang langgeng.

Nota kesepahaman itu mencakup penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meski demikian, kedua negara kembali saling melancarkan serangan pekan ini terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

Amerika Serikat menyerang sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik AS di berbagai kawasan.