Kabar Duka Mengguncang Dunia Hiburan Korea: Kang Seo Ha Meninggal Dunia di Usia 31, Akhiri Perjuangan Melawan Kanker
JAKARTA, GENVOICE.ID - Dunia hiburan Korea Selatan kembali berduka, aktris berbakat Kang Seo Ha meninggal dunia pada usia 31 tahun setelah berjuang melawan penyakit kanker. Kepergiannya meninggalkan luka mendalam di hati para penggemar dan keluarga yang mencintainya.
Dilansir dari Soompi, jenazah mendiang disemayamkan di ruang 8 Rumah Duka St. Mary Hospital, Seoul. Prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2025, pukul 07.40 waktu setempat dan pemakaman akan berlangsung di kampung halamannya di Haman, Provinsi Gyeongnam.
Sehari sebelum kabar duka diumumkan, akun Instagram @yewonyewoni ditautkan oleh seseorang yang diduga anggota keluarganya. Unggahan itu memperlihatkan video-video kenangan indah semasa hidup Kang Seo Ha, disertai tulisan penuh rasa kehilangan dan cinta yang mendalam.
"Meski sakit, dia tetap perhatian kepada kami. Bahkan masih sempat mentraktir makan keluarga. Dia selalu memikirkan orang lain lebih dulu," tulis unggahan tersebut dengan nada haru.
Kang Seo Ha, yang lahir dengan nama asli Kang Ye-won di Busan pada 13 Juni 1994, merupakan lulusan jurusan Drama/Sejarah Seni dari Korea National University of Arts di Seoul, salah satu kampus seni paling bergengsi di Korea.
Kariernya di dunia hiburan dimulai sejak tahun 2012 melalui video musik "Getting Farther Away" milik Brave Guys. Sejak itu, ia tampil dalam berbagai drama populer seperti:
-
Seonam Girl's High School Detective Team
-
Assembly
-
First Love Again
-
Through the Waves
-
The Flower in Prison
-
Heart Surgeons
Pada tahun 2019, ia masih aktif menggunakan nama panggung "Seo Ha", sebelum akhirnya mengganti ke nama asli "Kang Ye-won" di awal 2020. Terakhir, ia tengah menjalani syuting film "Mangnaein", film bertema kejahatan internet, sebelum akhirnya kondisi kesehatannya memburuk.
Meski menghadapi penyakit yang berat, orang-orang terdekat mengenang Kang Seo Ha sebagai pribadi yang hangat, tegar, dan tidak pernah mengeluh. Ia tetap berusaha memberi perhatian pada keluarganya bahkan di tengah rasa sakit yang menggerogoti tubuhnya.
Kepergiannya menjadi pengingat pahit akan rapuhnya hidup, namun juga tentang betapa kuatnya semangat seorang wanita yang memilih tetap tersenyum, meski tahu waktunya tak lagi lama.