Gak Cuma Sehat! Ini Alasan Latihan Kaki di Gym Wajib Hukumnya Biar Gak Cepet Jompo
JAKARTA, GENVOICE.ID - Di tengah tren gaya hidup sehat ala kaum urban Jakarta, pusat kebugaran alias gym menjadi pilihan populer untuk tampil bugar, sehat, dan estetis. Namun, bukan hanya tubuh kekar atau ramping ideal yang jadi target-sekarang.
Dilansir dari Antara, makin banyak yang sadar bahwa latihan otot kaki alias "leg day" adalah fondasi penting untuk kualitas hidup jangka panjang.
Salah satunya adalah Bayu Ajie Purnomo, pelatih kebugaran spesialis glutes (otot bokong) dan lulusan Asosiasi Ilmu Olahraga Internasional (ISSA). Menurut Bayu, melatih kaki bukan hanya demi penampilan, tapi juga untuk fungsi tubuh harian yang vital, seperti berjalan, naik tangga, atau bahkan bermain dengan anak.
"Tanpa latihan kaki yang rutin dan terstruktur sejak dini, risiko tidak mandiri di usia lanjut jadi lebih besar," ujarnya.
Bayu menekankan pentingnya latihan kaki untuk mencegah sarkopenia, kondisi medis yang membuat otot melemah dan menyusut seiring bertambahnya usia. Jika tidak dicegah, sarkopenia bisa menyebabkan risiko jatuh, patah tulang, hingga disabilitas di usia lanjut.
Tak heran jika kaum dewasa hingga lansia kini banyak yang konsisten latihan kaki, termasuk Siti Rohani (45), yang rutin gym selama dua tahun terakhir.
"Dulu naik tangga aja ngos-ngosan, sekarang lebih kuat dan nggak gampang sakit," ungkapnya.
Bagi Siti, latihan bokong seperti glutes bridge dan hip thrust bukan hanya mengembalikan bentuk tubuh pascamelahirkan tiga anak, tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri dan kualitas hidup.
Hal serupa juga diyakini oleh Sandi Lesmana, pria 27 tahun yang sudah sejak 2016 rutin gym. Ia memulai latihan kaki karena melihat orang-orang di sekitarnya mengalami gangguan mobilitas akibat lemahnya otot tubuh bagian bawah.
"Saya gak mau jadi generasi rebahan beneran di usia 40-an. Latihan kaki itu kayak asuransi biar gak jompo," ujarnya.
Meski tak langsung memberi perubahan visual signifikan bagi pria seperti pada wanita, Sandi yakin kekuatan otot kaki sangat menunjang aktivitas beratnya seperti futsal dan naik gunung.
Menurut Coach Bayu, latihan kaki tidak sekadar urusan estetika, tetapi menyangkut fungsi, kekuatan, dan kestabilan tubuh. Ia menyarankan kombinasi lima pola gerakan dasar saat leg day:
-
Squat Series: Barbell Squat, Leg Press, Hack Squat - membentuk paha, bokong, hingga otot inti.
-
Hinge Movement: Romanian Deadlift, Hip Thrust - untuk paha belakang dan punggung bawah.
-
Unilateral / Lunge Variants: Walking Lunge, Bulgarian Split Squat - tingkatkan keseimbangan dan otot stabilisator.
-
Isolasi: Leg Curl, Calf Raise - targetkan otot spesifik secara mendalam.
-
Latihan Core: Plank, Hollow Body - kuatkan otot penopang utama tubuh, termasuk kaki.
Latihan tersebut bisa dilakukan 2-4 set per gerakan, dengan 8-15 repetisi, selama 45 hingga 90 menit per sesi, sebanyak 2-3 kali seminggu.
"Yang penting bukan seberapa berat bebanmu, tapi seberapa konsisten kamu melakukannya," tegas Bayu.
Leg day memang kadang dianggap "menyiksa" dan kerap dilewati oleh mereka yang hanya mengincar bentuk tubuh bagian atas. Tapi jika dipikir lebih dalam, latihan kaki adalah bentuk cinta diri jangka panjang.
Sebagaimana kata Sandi sambil tertawa, "Kalau kata anak zaman sekarang, biar gak jompo!"