Berikut 9 Gol Kontroversi di Liga Champions 2025/2026

Genvoice.id | 14 Jun 2026

JAKARTA, GENVOICE.ID - Leg pertama semifinal Liga Champions musim 2025/2026 menghadirkan drama luar biasa yang sulit dilupakan.

Dua pertandingan yang digelar sama-sama diwarnai momen penalti krusial yang berpengaruh besar terhadap hasil akhir, mulai dari pesta gol di Paris hingga kontroversi VAR di Madrid.

Pertandingan antara PSG melawan Bayern Munchen yang berlangsung pada Rabu (29/4/2026) dini hari WIB di Parc des Princes menjadi sorotan utama. Laga ini berjalan dengan tempo tinggi sejak awal dan menghasilkan total sembilan gol, dengan PSG keluar sebagai pemenang lewat skor tipis 5-4. Jumlah gol tersebut menjadikan pertandingan ini sebagai salah satu semifinal paling produktif dalam beberapa musim terakhir.

Momen penting dalam laga ini sudah terjadi sejak menit ke-17 ketika Bayern Munchen mendapatkan penalti. Harry Kane yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna dan membawa tim tamu unggul lebih dulu. PSG kemudian membalas, termasuk melalui penalti di masa injury time babak pertama setelah pelanggaran di kotak terlarang. Ousmane Dembele sukses mencetak gol dari titik putih dan mengubah jalannya pertandingan.

Dua penalti tersebut menjadi bagian penting dari alur pertandingan yang berlangsung terbuka hingga akhir. Efektivitas kedua tim dalam mengeksekusi peluang, terutama dari titik penalti, menunjukkan kualitas mereka dalam menghadapi tekanan di level tertinggi.

Sementara itu, laga semifinal lainnya yang mempertemukan Atletico Madrid melawan Arsenal pada Kamis (30/4/2026) dini hari WIB juga tidak kalah menarik. Pertandingan yang digelar di Estadio Riyadh Air Metropolitano berakhir dengan skor imbang 1-1, membuat peluang kedua tim masih sama kuat menuju leg kedua.

Arsenal sempat unggul lebih dulu melalui penalti pada menit ke-44 yang berhasil diselesaikan oleh Viktor Gyokeres. Gol tersebut memberi kepercayaan diri bagi tim tamu sebelum turun minum. Namun, Atletico Madrid mampu merespons di babak kedua melalui penalti Julian Alvarez pada menit ke-56 yang membuat skor kembali imbang.

Laga ini tidak hanya diwarnai dua gol dari titik putih, tetapi juga menghadirkan kontroversi besar menjelang akhir pertandingan. Pada menit ke-78, Arsenal sempat mendapatkan penalti setelah Eberechi Eze dijatuhkan di dalam kotak terlarang oleh David Hancko. Wasit Danny Makkelie awalnya menunjuk titik putih, memberikan harapan besar bagi Arsenal untuk kembali unggul.

Namun, keputusan tersebut berubah setelah dilakukan tinjauan melalui VAR. Setelah melihat tayangan ulang, wasit membatalkan penalti tersebut, sebuah keputusan yang langsung memicu perdebatan. Momen ini dinilai krusial karena berpotensi mengubah hasil akhir pertandingan.

Dengan total empat penalti yang berbuah gol dan satu yang dianulir, leg pertama semifinal Liga Champions musim ini benar-benar menghadirkan drama yang lengkap. Hasil ini membuat leg kedua semakin dinanti karena semua tim masih memiliki peluang besar untuk melangkah ke final.