Novel Baswedan Nilai Serangan Air Keras ke Aktivis KontraS Terorganisir
JAKARTA, GENVOICE.ID - Mantan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, menilai serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, bukan sekadar tindak kekerasan biasa. Ia menduga aksi tersebut merupakan upaya pembunuhan yang dilakukan secara terorganisir.
Pernyataan itu disampaikan Novel saat menghadiri konferensi pers di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia di Jakarta Pusat, Jumat (13/3). Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut Andrie sebagai sosok aktivis yang dikenal memiliki integritas serta kerap menyuarakan kepentingan publik.
Menurut Novel, kegiatan advokasi yang dilakukan Andrie selama ini bertujuan memperjuangkan kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan pribadi. Karena itu, serangan yang menimpanya dinilai sebagai kejahatan serius terhadap seorang pembela kepentingan publik.
Novel juga menyoroti cara pelaku melakukan serangan. Ia menilai penyiraman cairan keras yang diarahkan ke bagian wajah korban menunjukkan adanya niat jahat yang sangat serius.
Menurutnya, serangan ke area wajah memiliki risiko tinggi bagi korban, karena cairan tersebut dapat mengganggu pernapasan bahkan berpotensi menyebabkan kematian jika mengenai bagian vital.
Selain dugaan upaya pembunuhan, Novel juga melihat adanya indikasi bahwa aksi tersebut dilakukan secara terorganisir. Ia menyampaikan kesimpulan tersebut setelah mengamati rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.
Dari rekaman yang beredar, pelaku disebut tidak hanya bergerak secara spontan, melainkan menunjukkan pola pergerakan yang terkoordinasi. Hal ini menurut Novel mengindikasikan bahwa serangan tersebut telah direncanakan sebelumnya.
Ia juga menilai kemungkinan kecil peristiwa itu berkaitan dengan persoalan pribadi korban. Oleh karena itu, penyelidikan menurutnya perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.
Novel turut menyampaikan apresiasi terhadap langkah awal yang telah dilakukan aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menangani kasus tersebut. Ia menyebut pihak kepolisian telah mulai melakukan berbagai langkah investigasi guna mengungkap pelaku.
Meski demikian, ia berharap proses penyelidikan dapat dilakukan secara mendalam hingga seluruh pihak yang terlibat dapat diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
Selain itu, Novel menyatakan akan mendorong pemerintah, termasuk pihak kepresidenan, agar memberikan perhatian serius terhadap kasus tersebut. Menurutnya, penanganan yang tegas penting untuk memastikan perlindungan bagi para pembela hak asasi manusia di Indonesia.
Di tengah kasus tersebut, Novel menegaskan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus tidak akan menyurutkan semangat para pegiat HAM dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Ia menilai perjuangan untuk menegakkan hak asasi manusia harus terus dilanjutkan meski menghadapi berbagai ancaman.