Kronologi Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Pelaku Diduga Berboncengan Motor
JAKARTA, GENVOICE.ID - Aktivis hak asasi manusia dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis malam (12/3). Peristiwa tersebut terjadi ketika korban sedang dalam perjalanan pulang dan sempat terekam kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan dua orang terduga pelaku berboncengan menggunakan sepeda motor saat melintas di kawasan tersebut. Dalam rekaman itu, keduanya terlihat sempat memutar arah sebelum akhirnya berpapasan dengan Andrie yang juga tengah mengendarai sepeda motor.
Saat berhadapan dengan korban, salah satu pelaku yang berada di posisi penumpang diduga langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie. Serangan itu terjadi begitu cepat ketika kedua kendaraan saling melintas di jalan.
Akibat serangan tersebut, korban langsung kehilangan kendali dan menjatuhkan sepeda motornya di pinggir jalan. Andrie dilaporkan berteriak kesakitan setelah cairan tersebut mengenai bagian tubuhnya.
Teriakan korban kemudian menarik perhatian warga yang berada di sekitar lokasi. Beberapa orang segera mendatangi Andrie untuk memberikan pertolongan awal sebelum korban dibawa mendapatkan penanganan medis.
Pihak kepolisian membenarkan adanya insiden penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS tersebut. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Heri Saputra, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan langsung melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut.
Menurut Roby, hasil keterangan awal menunjukkan bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang yang menggunakan sepeda motor. Satu orang bertindak sebagai pengendara, sementara pelaku lainnya melakukan penyerangan terhadap korban.
Ia menjelaskan bahwa saat ini penyidik dari Polres Metro Jakarta Pusat bekerja sama dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi kekerasan tersebut.
Proses penyelidikan dilakukan dengan pendekatan investigasi ilmiah atau scientific investigation. Aparat kepolisian mengumpulkan berbagai bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian, guna mengidentifikasi pelaku.
Sementara itu, terkait kondisi korban, Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat cairan yang disiramkan pelaku.
Luka tersebut antara lain terdapat pada bagian wajah, mata kanan, dada, serta tangan kiri. Setelah kejadian, korban segera mendapatkan penanganan medis di rumah sakit untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Hingga saat ini, kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi serta menganalisis bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Polisi berharap identitas pelaku serta motif di balik serangan terhadap aktivis KontraS itu dapat segera terungkap.